Teror Virus Corona

Bocoran Kunci Utama Sukses Terapkan PSBB di Jawa Tengah

Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng mengungkapkan kunci keberhasilan PSBB agar efektif memutus rantai penyebaran Covid-19.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: deni setiawan
PEMKOT TEGAL
Peraturan PSBB Kota Tegal yang dirilis Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Tegal, Senin (20/4/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kota Tegal merupakan daerah pertama dan satu-satunya yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) setelah mendapat restu Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo juga meminta Pemkot Semarang menghitung penerapan PSBB mengingat kasus di kota ini paling banyak di Jawa Tengah.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng mengungkapkan kunci keberhasilan PSBB agar efektif memutus rantai penyebaran Covid-19.

Kapolda Jateng dan Pangdam IV Diponegoro Door to Door Serahkan Sembako di Semarang

Pasien Positif Corona Kembali Dinyatakan Sembuh, Warga Padamara Purbalingga

Korban PHK Kendal, Daru Bersama Istri Bikin Mie Ayam Mika, Seporsi Cuma Rp 5.000

Daun Laban Bisa Dijadikan Obat Virus Corona? Kenali Dahulu Karakteristik Tanaman Ini

"Partisipasi dan kedisiplinan masyarakat sangat diperlukan agar PSBB berjalan efektif," kata Kepala Dinkes Jateng, Yulianto Prabowo kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (21/4/2020).

Menurutnya, PSBB diterapkan karena yang menjadi inti persoalan yakni terkait masyarakat.

Oleh karena itu, tanpa peran masyarakat, PSBB tidak berjalan secara baik.

Selain itu, konsistensi pelaksanaan pemeriksaan secara masif atau rapid test harus dilakukan.

Mumpung PSBB diterapkan, rapid diagnostic test (RDT) bisa dilakukan dengan eskalasi yang lebih besar.

Hal itu dilakukan agar bisa dilakukan pelacakan dan diketahui penyebaran Covid-19 dalam satu wilayah.

Sehingga setelah itu, bisa dipertimbangan tindakan yang tepat.

"Tentunya kegiatan surveilance saat PSBB terus digencarkan dalam rangka memutus mata rantai penularan virus corona ini," tegasnya.

Dengan demikian yang positif mudah ditemukan, bisa segera diobati atau dirawat sebelum menunjukkan gejala membahayakan dan berpotensi menularkan yang lain.

Karenanya, peralatan alat pemeriksaan harus mencukupi.

"Pelayanan kesehatan atau fasilitas kesahatan harus cukup, sumber daya manusia cukup, peralatan kesehatan kedokteran cukup."

"Ventilator, serta ruang isolasi juga dicukupi," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved