Teror Virus Corona

Lockdown Dusun Bawahan Dibuka, Pemdes Gunungwuled Purbalingga: Warga Kini Boleh Keluar Rumah

Pemerintah Desa Gunungwuled, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga membuka kembali Dusun Bawahan, Kamis (9/4/2020), yang sebelumnya dilockdown.

PEMDES GUNUNGWULED PURBALINGGA
Pemdes Gunungwuled, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga membuka akses dari dan ke Dusun Bawahan, Kamis (9/4/2020). Sebelumnya dusun tersebut diisolasi sejak 25 Maret 2020. 

"Tapi akhir-akhir ini sudah tidak seperti itu lagi. Kami pun sudah diberi Alat Pelindung Diri (APD)," jelasnya.

Latif menuturkan, stigma itulah membuatnya berusaha agar warganya dapat diterima oleh masyarakat umum.

Dirinya memaklumi masyarakat takut jika terpapar virus Covid-19.

"kami maklumi kalau semua orang takut. Sampai orang mau ngasih bantuan ditaruh dan pergi dahulu baru diambil. Kalau sekarang tidak, sudah kembali normal," ujarnya.

Begini Kondisi Terkini Pasien Positif Corona di Kendal, Petugas Medis Ubah Desain Ruang Isolasi

Rp 71 Miliar Disiapkan Pemkot Salatiga, Kebutuhan Enam Bulan Tangani Virus Corona

600 Lansia Kota Tegal Dikirimi Rantang Tiap Kamis, Pemkot Gandeng Driver Grab

Kapolresta dan Dandim Banyumas Datangi Rumah Warga, Edukasi Sekaligus Berikan Sembako

Pemudik dari Jakarta

Lockdown di Dusun Bawahan ternyata tidak hanya berdampak pada stigma negatif.

Hal ini juga berdampak ekonomi desa tersebut.

"Sekarang pemerintah sedang berpikir menangani dampak ekonomi dari masalah itu," tuturnya.

Dikatakannya, data pada Rabu (8/4/2020), Desa Gunungwuled kedatangan sekira 283 pemudik dari Jakarta.

Mereka sebagian besar bekerja sebagai pekerja bangunan.

"Selama di rumah mereka akan menjadi pengangguran. Disamping Covid-19, masalah berikutnya adalah pengangguran akibat datangnya perantau dari Jakarta," terangnya.

Selain perantau, kata dia, warga di desanya yang bermata pencarian petani juga mengalami kesulitan ekonomi.

Mereka tidak dapat menjual hasil pertaniannya.

"Pasar ada yang tutup, mereka tidak bisa menjual hasil pertanian. Ada juga pekerja informal sebagai buruh bangunan maupun buruh tani juga terdampak," jelas dia.

Hingga saat ini, kata dia, Pemdes Gunungwuled masih mengirimkan bantuan ke masyarakat.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved