Breaking News:

Berita Ekonomi

Pemerintah Diminta Naikan Harga BBM, Tol, dan Tiket untuk Mereka yang Mudik Saat Pandemi Corona

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyarankan pemerintah mencabut insentif yang diberikan kepada masyarakat yang nekat mudik.

Editor: Rival Almanaf
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Kendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati jalan tol jakarta-cikampek di Cikampek, Jawa Barat, Minggu (2/6/2019). Sistem satu arah atau one way mulai diterapkan di jalan tol Jakarta-Cikampek hingga tol Batang-Semarang di Jawa Tengah pada H-6 Lebaran 2019, Kamis (30/5). 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyarankan pemerintah mencabut insentif yang diberikan kepada masyarakat yang nekat mudik.

Insentif harga BBM, tiket transportasi publik, hingga tarif tol yang selama ini masih disubsidi tidak berlaku untuk mereka yang akan mudik.

Dengan begitu mereka yang nekat mudik selama pandemi corona akan mengeluarkan biaya yang lebih mahal.

Seluruh Matahari Department Store di Indonesia Tutup Sementara Karena Corona

Pengusaha Jamu Bantu Pemkab Cilacap Lawan Virus Corona, Mereka Lakukan Ini

Cegah Penularan Virus Corona, BPJS Kesehatan KC Purwokerto Terapkan Aturan Baru

Penipu Diriver Ojol Purwokerto-Solo Ditangkap Polisi, Saat Korban Justru Banjir Santunan

Oleh karena itu pemudik akan berpikir dua kali untuk pulang kampung.

Pemerintah disarankan menerapkan kebijakan disinsentif kepada masyarakat yang nekat melakukan perjalanan ke kampung halaman atau mudik.

Hal ini untuk meminimalisasi niat masyarakat melakukan mobilisasi guna mencegah penyebaran Covid-19 ke wilayah lain.

"Bagi kelompok masyarakat yang ngotot mudik, maka harus diberikan disinsentif," kata Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia ( YLKI) Tulus Abadi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (8/4/2020).

Adapun, kebijakan disinsentif yang bisa diberikan antara lain yakni menaikkan harga bahan bakar minyak bagi pengguna kendaraan pribadi yang melakukan perjalanan atau menaikkan tarif tol.

"Untuk pengguna angkutan umum, bisa dimahalkan tarif tiketnya."

"Misalnya, menjadi dua kali lipat dibanding harga normal," kata dia.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved