Breaking News:

Teror Virus Corona

Sejumlah Puskesmas Kini Turut Sediakan Layanan Rapid Test Virus Corona

Sejumlah Puskesmas di Indonesia Kini Turut Sediakan Layanan Rapid Test Virus Corona. begini penjelasan kemenkes

(ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menunjukkan hasil tes cepat (rapid test) pendektesian COVID-19 kepada orang dalam pengawasan (ODP) di Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/3/2020) - Sejumlah Puskesmas kini turut menyediakan tes virus corona. 

Jika hasil pemeriksaan awal menunjukkan ada indikasi kuat Covid-19, petugas Puskesmas akan mengambil darah pasien untuk diuji tingkat antibodi-nya melalui rapid test.

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Sejumlah pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di Indonesia kini turut menyediakan layanan tes virus corona, melalui uji antibodi (rapid test) dan pengambilan sampel cairan di tenggorokan (throat swab).

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Layanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Bambang Wibowo, di Jakarta, Selasa (7/4).

"Salah satu peran yang dilakukan puskesmas adalah melakukan screening (pemeriksaan, red) terhadap Covid-19."

"Metode screeening yang dilakukan adalah hasil penelusuran terhadap masyarakat yang diduga kontak erat dengan kasus Covid-19 yang positif," terang Bambang dalam sesi jumpa pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sebelum uji antibodi atau tes swab dilaksanakan, petugas Puskesmas akan melakukan wawancara dan pemeriksaan epidemiologi terlebih dahulu ke pasien.

Jika hasil pemeriksaan awal menunjukkan ada indikasi kuat Covid-19, petugas Puskesmas akan mengambil darah pasien untuk diuji tingkat antibodi-nya melalui rapid test.

"Pengambilan darah dapat dari pembuluh kapiler atau ujung jari."

"Cara lain adalah melalui swab pada tenggorokan maupun pangkal hidung kemudian dilakukan pemeriksaan di laboratorium."

"Hasilnya akan diinformasikan kemudian apakah bapak/ibu positif atau negatif," terang dia, dalam keterangan tertulis yang diterima TribunBanyumas.com.

Dalam kesempatan itu, Bambang menjelaskan pasien yang tidak menunjukkan gejala sakit berat akan diminta untuk mengisolasi diri dari rumah.

"Bila tes antibodi (rapid test) positif, tetapi tidak ada tanda gejala sakit berat, maka akan dilakukan isolasi diri di rumah kemudian Puskesmas dan rumah sakit setempat akan memberi edukasi, informasi, dan monitor mengenai apa yang harus dilakukan, semua melalui pemanfaatan handphone secara online," jelas dia.

Langkah itu dilakukan karena keterbatasan tenaga kesehatan dan kapasitas layanan di puskesmas serta sejumlah rumah sakit untuk menangani pasien Covid-19.

Pemerintah Indonesia melaporkan per Senin (6/4) jumlah kasus positifCovid-19 mencapai 2.491 pasien.

Dari angka itu, 192 di antaranya dinyatakan sembuh, sementara 209 lainnya meninggal dunia.

DKI Jakarta masih jadi provinsi dengan jumlah pasien positif Covid-19 terbanyak, yaitu 1.232 kasus. Dari jumlah itu, 65 pasien sembuh dan 99 wafat. (*)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: yayan isro roziki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved