Berita Banjarnegara

Konveksi di Kebutuhjurang Banjarnegara Banting Setir Buat APD, Suyitno: Saya Konsultasi dengan Ahli

Konveksi di Kebutuhjurang Banjarnegara Banting Setir Buat APD, Suyitno: Saya Tergerak Setelah Konsultasi dengan Ahli Kesehatan

Penulis: khoirul muzaki | Editor: yayan isro roziki
Tribunbanyumas.com/Khoirul Muzaki
Aktivitas produksi di konveksi Desa Kebutuhjurang Banjarnegara yang membuat pakaian APD 

APD untuk paramedis sulit didapatkan. Kondisi ini memantik pengusaha konveksi asal Desa Kebutuhduwur Kecamatan Pagedongan untuk banting setir membuat APD (hazmat).

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Kasus penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia terus meningkat.

Daerah yang mulanya aman, kini ikut terjangkit.

Di lain sisi, masifnya penyebaran virus itu belum diimbangi dengan kesiapan sarana prasarana, termasuk Alat Pelindung Diri ( APD) bagi tenaga kesehatan.

Tak ayal, di sejumlah Puskesmas, masih dijumpai petugas kesehatan mengenakan jas hujan untuk melayani pasien karena ketiadaan APD yang memadai.

Bagi pemerintah daerah, bukan tidak ada anggaran untuk membeli, namun barang itu langka dan sukar didapat.

Kisah Mulyono Tertipu Rp700 Ribu, Diantar dari Solo Naik Ambulans, Disawer Rekan Ojol Rp2 Juta

Kabar Baik! Bertambah 10 Orang, Total 19 Pasien Positif Virus Corona di Sulsel Dinyatakan Sembuh

Lokalisasi Gang Sadar Baturraden Ditutup karena Virus Corona, Paguyuban: Belum Tahu Sampai Kapan

Dirawat di Rumah Singgah, Pasien Positif Virus Corona di Banjarnegara Membaik, Bupati: Lebih Tenang

Di samping harganya yang mahal untuk sekali pakai. Padahal kebutuhan ini amat mendesak bagi tenaga kesehatan.

Kondisi ini memantik pengusaha konveksi asal Desa Kebutuhduwur Kecamatan Pagedongan untuk banting setir membuat APD (hazmat).

Pemilik usaha, Suyitno, menuturkan sebenarnya usaha yang digelutinya sejak tahun 2009 itu adalah konveksi dengan pemasaran utama ke ibu Kota.

Tetapi di musim wabah ini, ia tergerak untuk membuat hazmat karena mengetahui produk itu langka di pasaran.

“Saya mendengar, bahwa APD sulit dicari. Akhirnya saya tergerak untuk membuat APD setelah berkonsultasi dengan ahli kesehatan,” kata Suyitno.

Suyitno tidak asal-asalan membuat. Ia mengaku telah berkonsultasi kepada ahli kesehatan agar produknya sesuai standar yang diinginkan.

Video Viral Ojol Ditipu Penumpang Antar Dari Purwokerto-Solo Dibayar Sandal

Kini ia mulai menerima pesanan dari beberapa rumah sakit untuk memasok hazmat bagi tenaga kesehatan.

Dengan didukung seorang ahli pembuat APD yang merupakan warga keturunan China, ia mengklaim produknya siap bersaing dengan kualitas yang terjaga.

“Produk kami terjamin mutu dengan harga yang bersaing,” ujarnya

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengapresiasi kreativitas warganya itu di tengah kelangkaan APD di lapangan.

Diajak Ibu Beli Pulsa, Bocah 5 Tahun Ini Menghilang. Keesokan Hari Ditemukan Tewas di Gorong-gorong

Ia bahkan senang karena telah menemukan solusi untuk mengatasi kelangkaan APD yang sulit dicari di pasaran.

Ia pun berharap, produksi itu bisa menjaga kualitas sesuai standar kesehatan, serta memastikan harganya terjangkau.

“Harga APD di pasaran sangat tinggi, saya optimis produk ini bisa menjaga mutu sehingga bisa mencukupi kebutuhan APD untuk Banjarnegara,” lanjutnya. (*)

Hari Ini Klaim Token Listrik Gratis Melalui WA Bisa Dilakukan. Simak, Begini Caranya

Kisah Pilu Ojol di Purwokerto, Dijanjikan Bayaran Rp700 Ribu hanya Dapati Sandal Jepit di Masjid

PDP Asal Kejobong Juga Meninggal, Bupati Purbalingga: Perempuan Usia 54 Tahun

Kisah Heroik Tiga Bocah, Sumbangkan Uang Koin Hasil Pecahkan Celengan untuk Beli APD Paramedis

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved