Teror Virus Corona

Kalau Dihadang Warga, Gus Hayat Minta Jenazah Pasien Corona Dimakamkan di Tempatnya

Santri dekat almarhum KH Maemun Zubair itu mengatakan, hukum mengurus jenazah hingga pemakaman bagi umat Islam adalah fardhu kifayah, alias wajib.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
DOKUMENTASI ANTARANEWS.COM
K.H. Khayatul Makky, Pengasuh Pondok Pesantren Tanbughul Ghofilin Alif Baa, Desa Mantrianom, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. 

Dia pun punya lahan yang sangat luas, puluhan hektare.

Lahan itu disiapkan bagi siapapun yang ingin memakamkan jenazah pasien terjangkit virus corona.

Tetapi ia berharap peristiwa itu tidak terulang lagi.

Dia pun meminta bagi umat Islam untuk tidak memerlakukan jenazah seperti itu.

"Saya persilakan tanah seikhlasnya bagi yang mau memakamkan siapapun yang terkena virus corona," katanya.

Fase Kritis Corona di Indonesia Mulai April, Begini Simpulan Enam Hasil Penelitian Pakar

Kantor Bupati Banyumas Banjir Karangan Bunga, Admin Info Purwokerto: Kami Dukung Aksi Heroiknya

Achmad Husein Minta Maaf: Saya Terlambat Edukasi Warga Banyumas, Kondisi Jenazah Pasien Corona

Info Update Kebumen, Satu Warga Usia 60 Tahun Positif Corona, Sempat Jalani Isolasi Mandiri

Jenazah Dihadang Warga

Sikap yang disampaikan Gus Hayat itu menyikapi insiden jenazah pasien positif corona yang sempat terlantar saat hendak dimakamkan di lingkungan tempat tinggalnya, di Purwokerto.

Terlantarnya jenazah tersebut karena ditolak atau ditentang warga setempat.

Mereka tidak ingin jenazah tersebut dikebumikan di lingkungan mereka.

Jenazah yang baru dikebumikan di Desa Tumiyang, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, pada Selasa (31/3/2020) malam juga terpaksa dipindah.

Bupati Banyumas, Achmad Husein bahkan memimpin sendiri pembongkaran makam pada Rabu (1/4/2020).

Hal itu akibat dari adanya penolakan dari warga desa setempat dan desa tetangga.

Yaitu di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.

Penolakan itu dipicu masih adanya rasa kekhawatiran jenazah masih bisa menularkan virus corona.

"Kami coba turun langsung karena hanya ingin menunjukkan bahwa jenazah tersebut tidak berbahaya," ujar Bupati kepada TribunBanyumas.com, Rabu (1/4/2020).

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved