Berita Purbalingga

Ijab Kabul Digelar di Balai Desa, Kondisi Dusun Lockdown di Purbalingga, Pengantin Kenakan Jas Hujan

Pasangan mempelai beserta penghulu, wali, saksi, serta keluarga yang hadir juga mengenakan alat pelindung diri (APD) berupa jas hujan dan masker.

TRIBUN BANYUMAS/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Prosesi pernikahan di Kantor Balai Desa Gunungwuled, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Rabu (1/4/2020). Ijab kabul terpaksa digelar sederhana, bahkan pengantin kenakan jas hujan dan masker akibat masih maraknya wabah virus corona. 

"Meski begitu kami juga mengharuskan pengantin perempuan menggunakan APD," jelasnya.

Alhamdulillah, Tiga PDP RSUD Cilacap Dinyatakan Negatif, Pramesti: Mereka Sudah Dipulangkan

Ringankan Beban Keluarga PDP, Pemkab Cilacap Serahkan Bantuan Paket Sembako

WNA Dilarang Masuk Indonesia Mulai Besok Kamis, Terkecuali Enam Kriteria Ini

Prosesi pernikahan di Kantor Balai Desa Gunungwuled, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Rabu (1/4/2020). Ijab kabul terpaksa digelar sederhana, bahkan pengantin kenakan jas hujan dan masker akibat masih maraknya wabah virus corona.
Prosesi pernikahan di Kantor Balai Desa Gunungwuled, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Rabu (1/4/2020). Ijab kabul terpaksa digelar sederhana, bahkan pengantin kenakan jas hujan dan masker akibat masih maraknya wabah virus corona. (TRIBUN BANYUMAS/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS)

Menurutnya, prosesi pernikahan hanya disaksikan tujuh orang.

Tidak ada warga satupun yang menyaksikan prosesi pernikahan.

"Kebetulan di depan balai desa ada Puskemas pembantu. Jadi saat pelaksanaan juga terdapat petugas medis," ujarnya.

Dia menuturkan, tidak ada pesta setelah prosesi ijab kabul.

Pesta ditunda tahun depan dan pengantin wanita langsung diboyong pengantin pria ke Lampung.

"Habis ijab kabul kami beri waktu beberapa waktu berpamitan dan mereka berangkat ke Lampung," tutur dia.

Alasan Digelar di Balai Desa

Pelaksanaan pernikahan tersebut juga tidak berjalan mulus.

Latif mengatakan, prosesi pernikahan sempat ditolak masyarakat yang ada di dusun tersebut.

"Masyarakat menolak pelaksanaan prosesi itu."

"Oleh sebab itu prosesi pernikahan kami pindahkan di depan balai desa," tutur dia.

Menurut dia, kondisi satu dusun di desanya tersebut masih dalam keadaan lockdown hingga 9 April 2020.

Pihaknya akan membuka kembali dusun itu jika kondisi telah normal.

"Sekarang tugas kami bagaimana menguatkan masyarakat agar tidak ketakutan."

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved