Berita Semarang
Mulai 1 April, PT KAI Daop IV Semarang Hentikan Sementara Operasional Empat Kereta Api
PT KAI Daop IV Semarang menghentikan sementara beroperasinya empat kereta api (KA).
Penulis: Dhian Adi Putranto | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - PT KAI Daop IV Semarang menghentikan sementara beroperasinya empat kereta api (KA).
Keempat KA tersebut yang memiliki rute pemberangkatan dari stasiun-stasiun di wilayah PT KAI Daop IV Semarang.
Tak hanya itu, beberapa kereta yang melintasi stasiun di PT KAI Daop IV Semarang juga dihentikan sementara operasinya.
• Lockdown Local Full Bakal Diberlakukan di Tegal, Wali Kota: Dilematis Tapi Lebih Baik Saya Dibenci
• Tidak Bakal Ditilang, Dispensasi Khusus Perpanjangan SIM, Ini Penjelasan Lengkap Polda Jateng
• Minimal Dua Hukuman Pidana Siap Diterapkan Polisi, Jika Bandel Berkegiatan Libatkan Banyak Orang
• Saya Legowo Demi Keselamatan Orang Banyak, Hajatan Penikahan Berhenti Seketika di Kesugihan Cilacap
Manager Humas PT KAI Daop IV Semarang, Krisbiyantoro mengatakan, penghentian sementara empat kereta tersebut merupakan upaya pencegahan penyebaran virus corona di kereta api dan stasiun.
Ia menambahkan, pembatalan sejumlah perjalanan kereta api dari Semarang itu akan mulai pada 1 hingga 30 April 2020.
"KA yang diberhentikan sementara operasionalnya yakni KA Argo Muria keberangkatan pukul 16.00."
"KA Cermai keberangkatan pukul 19.10, KA Menoreh pukul 08.00, dan KA Tawang Jaya pukul 13.29," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (26/3/2020).
Selain itu, terdapat tiga kereta yang berangkat dari PT KAI Daop I Jakarta dan Daop VIII Surabaya juga diberhentikan sementara perjalanannya.
Tiga kereta itu yakni KA Sembrani rute Jakarta-Surabaya.
KA Gumarang rute Surabaya-Jakarta.
Dan yang terakhir yakni KA Sancaka Utara rute Surabaya-Kutoarjo (Purworejo) juga diberhentikan sementara beroperasinya.
KA tersebut melintasi Stasiun Gambringan dan Stasiun Gundih Kabupaten Grobogan.
"Untuk KA Sembrani dan KA Gumarang berhenti sejak Kamis (26/3/2020) hingga 30 April 2020."
"Sedangkan KA Sancaka Utara berhenti beroperasi pada 1 sampai 30 April," ujarnya.
• Empat Pasien Asal Purbalingga Berstatus Positif Corona, Bupati: Riwayat Adalah Orang Perantauan
• Satu Warga Kabupaten Semarang Positif Corona, Sudah Diisolasi di RSUD KRMT Wongsonegoro
• Kades Bojanegara Tersangka, Penarikan Uang Syukuran Perangkat Desa di Purbalingga

Menurutnya, bagi para penumpang yang telah memesan tiket perjalanan dari kereta tersebut akan dikembalikan secara penuh biaya tiketnya dengan ketentuan yang berlaku.
Nantinya dalam pengurusan administrasi pembatalan tiket dapat dilakukan di loket Stasiun Tawang, Poncol, Tegal, Pekalongan, dan Cepu.
"Kami PT KAI Daop IV Semarang mohon maaf besarnya atas pembatalan perjalanan kereta api ini."
"Ini semata untuk kebaikan bersama. Jika ingin pindah kereta lainnya kami juga persilakan dengan ketentuan yang berlaku" pungkasnya
Jumlah Penumpang Kian Anjlok
Mewabahnya virus corona (Covid-19) tak hanya memaksa PT KAI membatalkan beberapa perjalanan kereta api.
Juga berdampak pada penurunan jumlah penumpang.
PT KAI Daop IV Semarang mencatat rata-rata penurunan penumpang tiap hari mulai 9 hingga 26 Maret 2020 mencapai 30 persen.
Itu data dibandingkan sebelum pada 8 Maret 2020.
Bahkan pada periode sama, angka rata-rata pembatalan tiket kereta api meningkat menjadi 346 persen atau hampir 3,5 kali lipat.
Dibandingkan sebelum wabah virus corona menyerang atau sebelum 8 Maret 2020.
• Identitas Lengkap PDP Virus Corona Diumbar di Medsos, Pemkab Cilacap Kecewa: Sungguh Tak Manusiawi
• Sumanto Belum Percaya Pengasuhnya Meninggal, Malam Masih Ngobrol Bareng di RSKJ Purbalingga
• Merasa Direndahkan Anggota DPRD Blora, TKW Asal Cilacap di Hongkong Bikin Surat Terbuka

"Semula rata-rata penumpang tiap hari mencapai 17.440. Namun saat ini menjadi 12.152 penumpang tiap hari."
"Sedangkan pembatalan tiket tiap hari sebanyak 213 tiket."
"Namun kali ini meningkat tajam mencapai 949 tiket yang dibatalkan tiap hari," katanya.
Di sisi lain, saat ini masyarakat melakukan berbagai upaya untuk menjaga kesehatan dan kebersihan agar tidak tertular saat perjalanan melalui transportasi umum.
Seperti yang yang dilakukan oleh dua mahasiswi universitas swasta di Semarang, yakni Ifa dan Putri.
Mereka yang hendak menempuh perjalanan ke Surabaya tak hanya mengenakan masker.
Namun juga membekali dirinya dengan tiga buah botol cairan yakni cairan hand sanitizer, antiseptik, dan disinfektan.
"Sebenarnya bawa satu (hand sanitizer) sudah cukup."
"Namun antisipasi saja bawa disinfektan untuk nyemprot bangku di kereta."
"Selanjutnya antiseptiknya untuk membersihkan tangan setelah membersihkan bangku kereta," tutur Ifa.
Menurutnya, sejak mewabahnya virus corona membuat mereka sering melakukan bersih-bersih terhadap tempat dan diri mereka.
Hal itu agar memastikan dirinya tidak ada virus corona menempel pada tubuhnya.
"Saat ini kuliah diliburkan sampai Mei 2020."
"Untuk kuliah berbasis online akan diberikan kabar oleh pihak universitas," tambah Putri. (Dhian Adi Putranto)
• Kisah Kedekatan H Supono dan Sumanto di RSKJ Purbalingga, Jadi Pengawal Setia Tiap Pengajian
• Anak-anak Mulai Stres Belajar di Rumah, Ganjar Dikomplain Orangtua Siswa
• Milla Diminta Mengkarantina Diri di Rumah, Saat Dicek Suhu Tubuhnya Capai 37 Derajat Celcius
• Tiga Huruf Seri Belakang Plat Nomor Kendaraan Disetop, Ini Aturan Resmi Polda Jateng