Berita Teknologi
Khasiat Kayu Bajakah Kalimantan dan Ciu Wlahar, Bahan Membuat Hand Sanitizer Cegah Virus Corona
Bajakah dan ciu menjadi populer akhir-akhir ini, di saat wabah virus corona sedang melanda Indonesia.
"Setelah mendidih, biarkan dingin perlahan dengan kondisi wadah tetap tertutup rapat."
"Kemudian disaring dan ambil airnya," ujarnya.
Air rebusan dari kayu bajakah itu kemudian ditambahkan dengan 420 mm ethanol 96 persen dan juga 7 mm gliserin 98 persen.
• Pasien Positif Virus Corona Jateng Naik Dua Kali Lipat, Ganjar Minta Ketegasan Kepala Daerah
• Kades Bojanegara Tersangka, Penarikan Uang Syukuran Perangkat Desa di Purbalingga
• Sumanto Belum Percaya Pengasuhnya Meninggal, Malam Masih Ngobrol Bareng di RSKJ Purbalingga
• Bupati Banyumas Dibully Warga, Gara-gara Sukses Bikin Hand Sanitizer Berbahan Ciu
Ciu Hand Sanitizer
Tak hanya kayu bajakah, minuman beralkohol berupa ciu pun dapat menjadi bahan dalam pembuatan hand sanitizer.
Seperti yang dilakukan Bupati Banyumas Achmad Husein.
Dia sukses membuat hand sanitizer dengan mengggunakan bahan alkohol tradisional berjenis ciu.
Ciu itu diperolehnya dari warga sentra industri kecil di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas.
Dirinya pun telah membagikan cara pembuatannya kepada masyarakat luas.
"Saya pakai gliserin untuk penghalus dan hidrogen peroksida itu antiseptik," kata Husein.
Bahkan, hand sanitizer racikannya tersebut kini sudah dibagikan kepada masyarakat secara gratis.
Husein menjelaskan, ide itu muncul untuk mengatasi kelangkaan hand sanitizer yang terjadi beberapa waktu terakhir akibat penyebaran virus corona (Covid-19).
Lalu, dirinya menyadari bahwa wilayahnya memiliki sumber daya alkohol berlebih, yaitu di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas.
Cara pembuatan Achmad pun kembali menjelaskan.
Pertama ciu diolah terlebih dahulu sehingga menghasilkan kadar alkohol mencapai 96 persen.