Berita Teknologi
Khasiat Kayu Bajakah Kalimantan dan Ciu Wlahar, Bahan Membuat Hand Sanitizer Cegah Virus Corona
Bajakah dan ciu menjadi populer akhir-akhir ini, di saat wabah virus corona sedang melanda Indonesia.
TRIBUNBANYUMAS.COM - Bajakah dan ciu menjadi populer akhir-akhir ini, di saat wabah virus corona sedang melanda Indonesia.
Itu dikarenakan semakin langka atau susahnya masyarakat memperoleh hand sanitizer di pasaran.
Kalaupun ada, harganya di atas normal, cukup menguras kantong.
Kondisi yang tak biasa tersebut, akibatnya sebagian warga mencoba membuatnya dari bahan-bahan alternatif.
Seperti kayu bajakah dan ciu.
• UPDATE Virus Corona 25 Maret: Balita Positif Corona di Cilacap, Tiga Banyumas dan Empat Purbalingga
• Lockdown Local Full Bakal Diberlakukan di Tegal, Wali Kota: Dilematis Tapi Lebih Baik Saya Dibenci
• Satu Warga Kabupaten Semarang Positif Corona, Sudah Diisolasi di RSUD KRMT Wongsonegoro
• Tiga Huruf Seri Belakang Plat Nomor Kendaraan Disetop, Ini Aturan Resmi Polda Jateng
Semisal yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Mereka meramu kayu bajakah menjadi bahan pembuatan hand sanitaizer.
Menurut Ketua Jurusan Farmasi Unisma, Noval, berdasarkan penelitian, kayu bajakah terbukti berfungsi sebagai antimikroba.
Selain itu, kayu bajakah merupakan satu tumbuhan liar di hutan Kalimantan yang sangat mudah didapat.
"Kayu bajakah setelah diteliti ternyata bisa berfungsi sebagai antimikroba."
"Harapannya memang juga bisa berfungsi sebagai antiseptik," katanya seperti dilansir dari Kompas.com, Kamis (26/3/2020).
Noval menjelaskan, dalam proses pembuatannya, para mahasiswa mengacu pada panduan standar WHO tentang hand sanitizer.
Fungsi kayu bajakah ini adalah sebagai pengganti hidrogen peroksida yang terkandung pada hand sanitizer.
Sebelum dicampur menggunakan alkohol, lanjut Noval, kayu bajakah yang sudah dipotong-potong harus diolah terlebih dahulu.
Setelah itu, kayu bajakah dengan takaran 50 gram direbus terlebih dahulu ke dalam 500 milimeter (mm) air.