Berita Banyumas
Bupati Banyumas Dibully Warga, Gara-gara Sukses Bikin Hand Sanitizer Berbahan Ciu
Beragam respon masyarakat diterima Bupati Banyumas Achmad Husein seusai dirinya sukses membuat hand sanitizer.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Beragam respon masyarakat diterima Bupati Banyumas Achmad Husein seusai dirinya sukses membuat hand sanitizer.
Achmad Husein berhasil membuat hand sanitizer sendiri dengan menggunakan bahan dasar minuman alkohol tradisional atau ciu.
Ciu tersebut diperolehnya dari Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas.
Hand sanitizer yang dibuat sendiri bersama dengan ajudannya tersebut juga dikemas secara menarik dalam sebuah botol.
• Tolong Warga Sementara Beribadah di Rumah, Bupati Banyumas: Berlaku Hingga 8 April 2020
• Identitas Rinci Pasien Virus Corona Tersebar di Medsos, Dinkes Cilacap: Penyebar Bisa Dilaporkan
• Kades Bojanegara Tersangka, Penarikan Uang Syukuran Perangkat Desa di Purbalingga
• Isi Ulang Hand Sanitizer Gratis di Alun-alun Purwokerto, Bupati: Banyumas Berstatus Bahaya Corona
Husein mengatakan, sebelum dibuat hand sanitizer itu, ciu yang didapat telah diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan kadar alkohol hingga 96 persen.
Kemudian, ciu tersebut dicampur dengan hidrogen peroksida, gliserol, air, dan ditambah dengan pewangi.
"Jangan bilang ciu lah, alkohol lah ya. Alkohol itu sama dengan ciu."
"Kalau dibilang ciu, konotasinya mendem (mabuk) dan segala macam."
"Saya yang di-bully terus, negatifnya ke saya di-bully terus," kata Husein seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (24/3/2020).
Menurutnya, hand sanitizer hasil racikannya tersebut sebagian juga telah dibagikan secara gratis kepada masyarakat di sekitar Alun-alun Purwokerto.
"Kami masih banyak, cuma kemasannya habis."
"Jadi nanti kami bikin posko di situ --Alun-alun Purwokerto--. Kalau mau isi ulang silakan."
"Nanti ada petugas yang ngisiin. Masyarakat kalau mau ngisi besok posko mulai kerja," kata Husein.
Untuk memenuhi tingginya kebutuhan masyarakat, lanjut dia, dalam posko yang akan didirikan tersebut akan disediakan sekira 30 liter setiap hari.
Dengan demikian, masyarakat yang membutuhkan bisa mengambilnya secara cuma-cuma.