Teror Virus Corona
Tolong Warga Sementara Beribadah di Rumah, Bupati Banyumas: Berlaku Hingga 8 April 2020
Pemkab Banyumas meminta kepada seluruh umat untuk sementara waktu berkenan beribadah di rumah mereka masing-masing.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pemkab Banyumas meminta kepada seluruh umat untuk sementara waktu berkenan beribadah di rumah mereka masing-masing.
Permintaan bersifat seruan tersebut dimaksudkan sebagai bagian dari upaya pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) agar tidak semakin meluas.
"Pokoknya semua masjid, semua tempat ibadah tidak untuk jemaah lagi sampai 8 April 2020."
"Tolong beribadah di rumahnya masing-masing," kata Husein di kompleks Pendapa Sipanji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin (23/3/2020).
• Kades Bojanegara Tersangka, Penarikan Uang Syukuran Perangkat Desa di Purbalingga
• Isi Ulang Hand Sanitizer Gratis di Alun-alun Purwokerto, Bupati: Banyumas Berstatus Bahaya Corona
• Identitas Rinci Pasien Virus Corona Tersebar di Medsos, Dinkes Cilacap: Penyebar Bisa Dilaporkan
• Merasa Direndahkan Anggota DPRD Blora, TKW Asal Cilacap di Hongkong Bikin Surat Terbuka
"Saya lagi nunggu Perbup Banyumas. Kalau sudah nanti diumumkan," sambung Husein seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (24/3/2020).
Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan para tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Husein menyebut, situasi di Banyumas dalam kondisi berbahaya.
Hal itu menyusul adanya satu warga Purwokerto yang terkonfirmasi terinfeksi Covid-19.
"Sangat berbahaya itu adalah penularannya."
"Kontak-kontak kemarin itu sudah banyak sekali yang positif itu."
"Sudah kontak sangat banyak, kalau pembawa itu kontak-kontak lagi dan tidak bisa dikendalikan?" kata Husein.
Menurut Husein, apabila dibiarkan, dikhawatirkan jumlah warga yang terinfeksi Covid-19 akan bertambah akibat penularan dari warga yang telah dinyatakan positif.
"Status bahaya itu adalah antisipasi ke depan, prediksi dari satu itu akan naik, naik, naik, naik."
"Oleh sebab itu ini adalah untuk semua, supaya prediksi hitungan itu tidak terjadi," jelas Husein.
Diberitakan sebelumnya, seorang laki-laki berusia 46 tahun warga Kecamatan Purwokerto Timur terinfeksi virus corona.