Sabtu, 25 April 2026

Berita Kesehatan

Amankah Kehamilan Selama Wabah Virus Corona, Atau Haruskah Ditunda Saja?

Amankah Kehamilan Selama Wabah Virus Corona, Atau Haruskah Ditunda Saja? Ahli: Banyak hal tidak kita ketahui

cdv.gov
Ilustrasi menjaga kesehatan janin saat masa kehamilan. 

Amankah Kehamilan Selama Wabah Virus Corona, Atau Haruskah Ditunda Saja?

TRIBUNBANYUMAS.COM - Mendambakan kehadiran momongan dalam keluarga, sepertinya menjadi mimpi hampir semua pasangan di dunia.

Namun masalahnya, apakah aman merencanakan kehamilan di tengah wabah virus corona (Covid-1), seperti saat ini.

Tentu, keamanan dan kesehatan bayi dan ibu akan menjadi pertimbangan utama, dalam merencanakan kehamilan.

Kita pun mulai bertanya-tanya, apakah ini saat yang tepat untuk merencanakan kehamilan? Atau lebih bijaksana jika kita menundanya?

Desainer Kondang Asal Semarang Produksi APD untuk Paramedis Tangani Pasien Virus Corona, Gratis!

Soal Ibadah Salat Jumat di Seluruh Masjid di Jawa Tengah, Ganjar Dukung Tausyiah MUI Jateng

Ngeyel Mau Lari Pagi di Saat Hari Raya Nyepi, Bule Asal Amerika di Bali Ini Dirantai

Dua Oknum Polisi Kedapatan Bawa Narkoba, Diamankan Sat Resnarkoba: Berawal dari Informasi Masyrakat

Dilansir dari The Huffington Post, dua dokter kandungan menyarankan kita untuk mempertimbangkan empat hal ini sebelum memutuskan hamil selama pandemi virus corona (Covid-19):

1. Banyak Hal Tidak Kita Ketahui

Sudah berbulan-bulan sejak kasus pertama virus corona terdeteksi di Cina, tetapi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menjelaskan, belum banyak penelitian ilmiah yang menunjukkan kaitan Covid-19 dan kehamilan pada saat ini.

Pakar kesehatan tidak mengetahui apakah wanita hamil lebih mungkin terkena virus daripada orang lain.

Mereka juga belum tahu apakah wanita hamil lebih mungkin memiliki gejala parah jika terinfeksi, atau jika sakit karena virus corona selama kehamilan dapat melukai bayi dengan cara apa pun.

"Kita tidak tahu banyak," kata Dr. Mary Jane Minkin, profesor klinis kebidanan dan kandungan di Yale University kepada HuffPost.

"Kita sepertinya tidak melihat penularan ke janin," kata Minkin.

7 Daerah di Jawa Timur Masuk Zona Merah Virus Corona, Khofifah: 59 Kasus Poisitif Covid-19

Itu artinya, jika seseorang yang hamil terinfeksi virus corona, bukti yang dimiliki sejauh ini menunjukkan tidak adanya penularan ke bayi selama kehamilan atau persalinan.

Demikian juga, tidak ada bukti virus memasuki ASI, meskipun Dr. Daniel Roshan, spesialis obgyn ibu dan janin di New York City, mengatakan, ada saat di mana menyusui tidak selalu merupakan ide terbaik.

"Jika seorang wanita telah didiagnosis dengan virus corona, disarankan agar ia mengeluarkan ASI dan memberi makan bayi secara tidak langsung, sehingga dia tidak bernapas di dekat bayi yang baru lahir," katanya kepada HuffPost.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved