Breaking News:

Teror Virus Corona

Kemendagri Dorong Pemda Lakukan Relaksasi Pajak bagi Dunia Usaha di Tengah Wabah Virus Corona

Kemendagri Dorong Pemda Lakukan Relaksasi Pajak bagi Dunia Usaha di Tengah Wabah Virus Corona

Istimewa/Humas BNPB
Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), DR. Drs. Safrizal Za 

Kemendagri Dorong Pemda Lakukan Relaksasi Pajak bagi Dunia Usaha di Tengah Wabah Virus Corona

TRIBUNBANYUMASJAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong pemerintah daerah (Pemda) untuk melakukan langkah relaksasi pajak bagi dunia usaha, guna meringankan beban di tengah ekonomi yang lesu akibat wabah virus corona.

Menurut Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran, Kemendagri, Safrizal, relaksasi pajak dan retribusi daerah yang dilakukan Pemda bakal menjadi dukungan serius agar dunia usaha tetap hidup, di tengah tekanan ekonomi akibat wabah Covid-19.

"Koordinasi perlu digencarkan terus-menerus, pemerintah daerah perlu melakukan relaksasi seperti yang dilakukan presiden terutama pajak dan retribusi daerah," ujar Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran, Safrizal, dalam keterangannya di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu (25/3).

BREAKING NEWS: Dua PDP Corona di RSUD Banyumas Positif Covid-19, Simak Riwayat Perjalanannya

Kemedagri Minta Pemda Realokasi Anggaran untuk Tanggap Darurat Virus Corona

Batal Menikah Lagi, Sule Minta Tips Anang Hermansyah Supaya dapat Istri Cantik

Perampok Bersenjata Satroni Toko Emas Tidak Ber CCTV, Polisi Kesulitan Melacak

Selain itu, Safrizal juga menyoroti perihal ekonomi mikro yang sangat rentan terkena imbas dari Covid-19 ini.

Maka dari itu pemerintah bakal mengindentifikasi agar kegiatan ekonomi yang mereka jalankan tetap hidup.

"Dalam tekanan tetap berjalan termasuk juga ekonomi mikro perlu disupport diidentifikasi karena ekonomi menurun."

"Pemerintah akan mengidentifikasi ekonomi bawah ini," katanya, dalam keterangan tertulis yang diterima TribunBanyumas.com.

Lebih lanjut, penanganan Covid-19 perlu dilakukan secara serentak baik dari level pusat ke level terendah mulai Pemda hingga kecamatan/kelurahan dan RT/RW.

Top Skor Liga Inggris Sepanjang Masa Sebut Hary Kane Akan Pindah dari Tottenham Musim Depan

Safrizal yakin apabila hal itu dilakukan serentak maka penanganan akan semakin lebih ringan.

"Kalau dilakukan secara parsial maka akan terjadi pertukaran saja. Jadi perlu dilakukan serentak dan sekaligus," kata dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah mengumumkan sembilan langkah yang akan diambil pemerintah pusat dan daerah untuk mencegah perlambatan ekonomi serta pemberian bantuan bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Presiden Jokowi Minta Pemda Beri Bantuan Sosial Masyarakat Kecil Terdampak Wabah Virus Corona

Bikin Sendiri Cairan Disinfektan dari Pemutih Pakaian atau Pembersih Lantai. Yuk, Simak Caranya

Kisah Perawat Pasien Corona RSUP Persahabatan Diusir Pemilik Kos Dianggap Pembawa Virus,

Update Penyebaran Virus Corona di Banyumas Rabu 25 Maret, Jumlah ODP Covid-19 Meningkat Pesat

Kapten Barcelona Lionel Messi Berikan Sumbangan Bernilai Fantastis untuk Bersama Melawan Corona

Sejumlah langkah untuk mengatasi perlambatan ekonomi itu seperti pemberian tambahan dana bagi penerima kartu sembako pemerintah sebesar Rp50 ribu per keluarga sehingga setiap keluarga menerima Rp200 ribu selama 6 bulan.

Anggaran yang dialokasikan sebesar Rp4,56 triliun

Kemudian bagi pelaku usaha UMKM, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memberikan relaksasi kredit UMKM dengan nilai kredit di bawah Rp10 miliar dengan tujuan usaha, baik kredit dari bank atau industri keuangan non-bank. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved