Wabah Virus Corona
Lewat Video Conference Jokowi Minta Gubernur Tidak Terapkan Lock Down dan Beberkan Alasannya
Presiden Joko Widodo menggelar video conference bersama para gubernur di Indonesia di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (24/3/2020).
"Kebijakan ini tak boleh diambil oleh Pemda. Dan tak ada kita berpikiran untuk kebijakan lockdown," kata Presiden Jokowi dalam jumpa pers di Istana Bogor, Senin (16/3/2020).
Hingga Senin (23/3/2020) sore kemarin, terdapat 579 kasus positif Covid-19 di Indonesia.
Sebanyak 49 di antaranya meninggal dunia, dan 30 lainnya dinyatakan sembuh.
Desakan soal lockdown bergema karena kasus positif virus corona di Indonesia terus meningkat tajam.
• Pasien Positif Virus Corona di Amerika 0 Persen Sembuh, Dunia: 378.287 Kasus, 16.497 Meninggal
• Pasien Sembuh Corona Bisa Mengalami Penurunan Fungsi Paru-paru
• Rapid Test Corona Mulai Digelar di Semarang, Simak Kriteria Prioritas yang Bisa Mengikutinya
• Resmi! Program Mudik Gratis Lebaran 2020 Dihapus Kementerian Perhubungan
Sejumlah negara telah melakukan kebijakan lockdown, antara lain Italia, Spanyol, Perancis, Irlandia, juga Malaysia.
Inggris menjadi negara terbaru yang melakukan kebijakan lockdown, yang berlaku sejak Senin (23/3/2020) malam.
Lockdown diumumkan setelah Pemerintah Inggris kecewa aturan social distancing untuk mengurangi penularan virus, tidak dipatuhi masyarakat.
Terlihat orang-orang masih berkerumun menikmati sinar matahari akhir pekan di taman dan pedesaan, yang mendorong pemerintah membuat aturan lebih keras.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rapat dengan Gubernur, Jokowi Ungkap Alasan Larang Lockdown",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/presiden-joko-jokowi-widodo-masker_1.jpg)