Teror Virus Corona

Ganjar 'Tampar' Pemkab Brebes, Dinilai Paling Lemot Tangani Virus Corona di Jateng

Nada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, tiba-tiba meninggi saat menerima celetukan dari seorang pejabat Pemkab Brebes.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: deni setiawan
ISTIMEWA/YOUTUBE
Tangkapan layar video Youtube yang memperlihatkan nada tinggi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 'menampar' Kepala Dinkes Kabupaten Brebes soal lemotnya penanganan Covid-19, Senin (23/3/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Nada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, tiba-tiba meninggi saat menerima celetukan dari seorang pejabat Pemkab Brebes.

Ganjar 'menampar' pengelolaan di Pemkab Brebes dalam penanganan pandemi virus corona ketika mengadakan video conference (vicon).

Vicon itu dilakukan bersama 35 kepala dinas kesehatan dan 59 direktur rumah sakit se- Jawa Tengah terkait pengendalian penularan Covid-19, Senin (23/03/2020).

Update RSMS Purwokerto Selasa Sore, Dua PDP Virus Corona Meninggal, Hasil Swab Belum Keluar

Kades Bojanegara Tersangka, Penarikan Uang Syukuran Perangkat Desa di Purbalingga

Kisah Almarhum H Supono Mustajab, Penolong Sumanto di Purbalingga, Sopir Penabrak Masih Diburu

Mengintip Keajaiban Potensi Lokal Banyumas, Ciu Wlahar Dilirik Bupati Banyumas Bikin Hand Sanitizer

"Saya minta aparat di Brebes agar responsif kepada rakyatnya," kata Ganjar dalam video yang sudah banyak dibagikan dan tengah ramai dibicarakan warganet Brebes, Selasa (24/3/2020).

"Oh iya o, pasti," celetuk Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Brebes, Sartono menjawab permintaan Ganjar.

Ia menjawab dengan logat Brebesan dimana di akhir frasa ada imbuhan 'o'.

"Jangan bilang pasti dulu, Brebes itu paling lemot," kata Ganjar.

"Komplain paling banyak itu di Brebes. Catat yah. Malah lapornya ke saya," ucapnya.

Orang nomor satu di Jawa Tengah itu menegaskan, Brebes merupakan pintu masuk warga dari luar Jateng.

Merupakan daerah perbatasan yang harus gencar melakukan pencegahan penularan virus corona.

"Sampaikan ke Bupati dan Wabup, Brebes harus bersiap-siap, ada di perbatasan."

"Hotline service harus disiapkan," kata Ganjar.

"Ini berkali-kali, Brebes ini butuh tindakan yang luar biasa."

"Pengelolaan pemerintahnya tidak boleh biasa-biasa saja, harus luar biasa diberikan semua untuk rakyat, buka komunikasinya," lanjutnya.

"Nuwun sewu, saya agak keras pada Brebes. Karena memang masyarakat njenengan (Anda) laporannya banyak sekali."

"Sopo sing kudu nangani? (Siapa yang harus menangani?) Bupati dan semuanya," tandasnya.

Dalam vicon tersebut, sebelumnya Dinkes Kabupaten Brebes menanyakan pada Ganjar skema pembiayaan untuk rumah sakit lini ketiga.

Mereka juga menanyakan langkah apa yang harus dilakukan jika terjadi outbreak (kejadian luar biasa) corona kaitannya dengan sumber daya manusia (SDM) yang ada. (Mamduh Adi)

Merasa Direndahkan Anggota DPRD Blora, TKW Asal Cilacap di Hongkong Bikin Surat Terbuka

Identitas Rinci Pasien Virus Corona Tersebar di Medsos, Dinkes Cilacap: Penyebar Bisa Dilaporkan

Sumanto Belum Percaya Pengasuhnya Meninggal, Malam Masih Ngobrol Bareng di RSKJ Purbalingga

Disdikbud Kendal Perpanjang Libur Sekolah Hingga 11 April

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved