Berita Kriminal

Dua Pelaku Ditahan di Rutan Polda Jateng, Oknum Ormas Hajar Satpam Pabrik di Magelang

Polda Jateng memastikan sudah cukup bukti untuk menangkap dua anggota Gerakan Pemuda Kabah (GBK) Aliansi Tepi Barat Magelang.

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/AKHTUR GUMILANG
Kasubbid Penmas Humas Polda Jateng, AKBP Priyono Teguh Widyatmoko memperlihatkan wajah korban pengeroyokan seusai visum di Kabupaten Magelang, Jumat (20/3/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Polda Jateng memastikan sudah cukup bukti untuk menangkap dua anggota Gerakan Pemuda Kabah (GBK) Aliansi Tepi Barat Magelang.

Dua anggota yang ditangkap Satreskrim Polres Magelang bersama Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng itu adalah Asep Harso (40) dan Angga Prakoso (31).

Mereka berdua adalah warga Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang.

Mereka ditangkap karena melakukan pengeroyokan terhadap seorang satpam PT Sido Agung Farm berinisial WN (26) pada 19 Desember 2019.

Namun, kedua pelaku baru dibekuk petugas pada Jumat (13/3/2020).

Pelantikan Perangkat Desa Bertarif di Bojanegara, Polres Purbalingga: Segera Tetapkan Tersangka

Mengintip Keajaiban Potensi Lokal Banyumas, Ciu Wlahar Dilirik Bupati Banyumas Bikin Hand Sanitizer

Sumanto Belum Percaya Pengasuhnya Meninggal, Malam Masih Ngobrol Bareng di RSKJ Purbalingga

Alhamdulillah, Tiga PDP Negatif Corona di RSMS Purwokerto, Tinggal Dua Lagi Nunggu Hasil Swab

Kasubbid Penmas Humas Polda Jateng, AKBP Priyono Teguh Widyatmoko menuturkan, sebetulnya, polisi pada Jumat (13/3/2020) menangkap tiga pelaku terkait kasus pengeroyokan itu.

Namun, satu di antaranya bernama Ahmad Sabar (28) dilepas dan dipulangkan pada Minggu (15/3/2020) oleh penyidik karena belum cukup bukti.

AKBP Priyono membenarkan, apabila kasus pengeroyokan ini bermula dari polemik antara warga sekitar dengan pabrik pengolahan pakan ternak yang berlokasi di Tempuran, Kabupaten Magelang itu.

Polemik mencuat karena warga merasa dicemari limbah oleh pabrik tersebut.

"Akhirnya, Bupati Magelang mengeluarkan surat pemberhentian sementara kepada PT Sido Agung Farm pada 12 Desember 2019."

"Namun selang seminggu, Pemprov Jateng membatalkan surat pemberhentian itu dan mengizinkan pabrik beroperasi lagi dengan catatan harus memperbaiki pengolahan limbahnya," jelas AKBP Priyono kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (20/3/2020).

Setelah kembali diizinkan beroperasi, kata AKBP Priyono, dua pelaku tersebut bersama warga mendatangi pabrik pada Kamis (19/12/2019).

Saat itu, mereka terekam kamera CCTV melakukan pengerusakan ke sejumlah fasilitas pabrik.

Selanjutnya, Asep bersama rekan-rekannya memaksa masuk pabrik, namun dihadang satpam.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved