Teror Virus Corona
Wilayah Perbatasan Banyumas Dijaga 24 Jam, Tiap Pengendara Dicek Gunakan Termometer
Kalau ada indikasi (gejala) mirip virus corona, diturunkan, di lokasi juga disiapakan mobil ambulans, nanti kami antarkan ke rumah sakit.
Seperti yang juga telah diberitakan sebelumnya oleh Tribunbanyumas.com, Rabu (18/3/2020), Bupati Banyumas Achmad Husein memutuskan mulai Kamis (19/3/2020) akan ada petugas gabungan melakukan screening.
Itu bagi penumpang bus dan kendaraan umum yang memiliki suhu tubuh tinggi.
Kebijakan tersebut sesuai hasil rapat lintas sektor yang dilakukan pada Rabu (18/3/2020).
"Mulai Kamis, berdasarkan hasil rapat kami mengambil keputusan, jalan masuk ke Banyumas akan kami screening."
"Semua penumpang bus akan kami cek suhu tubuhnya dan kami minta riwayat asal perjalanan," ujar Bupati Banyumas, Achmad Husein kepada TribunBanyumas.com, Rabu (18/3/2020).
Kebijakan tersebut diklaimnya sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona di Banyumas.
Satu cara di antaranya adalah mengecek suhu badan penumpang bus dan kendaraan umum.
Petugas gabungan yang dilibatkan yakni dari Dinas Kesehatan, Satpol PP, kepolisian, dan TNI.
Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie, petugas akan ditempatkan di pintu masuk menuju Banyumas atau di wilayah perbatasan.
"Keempat titik screening pengecekan suhu tubuh adalah berada di perbatasan atau pintu kedatangan menuju Banyumas."
"Seperti di Kecamatan Lumbir, Tambak, Purbalingga, dan Pekuncen," kata Agus.
Screening tersebut akan berlangsung selama dua minggu.
Yaitu selama masa social distancing yang dinyatakan oleh pemerintah.
"Jika ditemukan penumpang yang memiliki suhu tubuh tinggi akan diserahkan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk diperiksa lebih lanjut," tambahnya.
Seperti diinformasikan sebelumnya, Orang Dalam Pemantauan (ODP) oleh Puskemas berdasarkan update hingga saat ini ada 195 orang di Kabupaten Banyumas. (*/Permata Putra Sejati)