Berita Salatiga

Sembilan Orang Positif DBD, DKK Salatiga: Hasil Penelitian, Nyamuk Sudah Kebal Insektisida

Sembilan orang dinyatakan positif terjangkit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Salatiga.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
FREEPIK.COM
Ilustrasi nyamuk demam berdarah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Sembilan orang dinyatakan positif terjangkit demam berdarah dengue ( DBD) di Kota Salatiga.

Itu adalah data Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga pada awal Januari hingga pertengahan Maret 2020.

Kepala DKK Salatiga Siti Zuraidah mengatakan, temuan kasus DBD tersebut menyebar dari beberapa kelurahan yang ada di Kota Hati Beriman.

Mulai Besok di Wilayah Perbatasan Banyumas, Pengecekan Suhu Tubuh Penumpang Bus

Pemilik RSKJ Mustajab Purbalingga Meninggal, Diseruduk Mobil Bak Terbuka, Sopir Menghilang

Ganjar Gratiskan Warga yang Mau Tes Virus Corona, Ini Daftar Tujuh RS Milik Pemprov Jateng

"Sampai sejauh ini kasus DBD di Salatiga ada 9 orang dinyatakan positif."

"Kemudian 15 orang terjangkit demam dengue (DB)," terangnya saat dihubungi Tribunbanyumas.com, Rabu (18/3/2020).

Menurut Zuraidah, pada musim penghujan ini perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti meningkat.

Terlebih, hasil penelitian 70-80 persen nyamuk aedes aegypti pada seluruh wilayah di Salatiga telah kebal terhadap segala jenis insektisida.

Ia menambahkan, selain kebal penularan DBD juga sudah berevolusi atau transovarial sejak nyamuk dalam indukan telur.

Sehingga, ketika menetas nyamuk sudah positif mengandung demam berdarah.

"Maka, yang paling efektif menekan DBD ini bukanlah fogging tetapi pemberantasan sarang nyamuk (PSN)."

"Karena kenyataan begitu. Jadi kami imbau masyarakat menggalakkan PSN," katanya.

Kesal Lihat Pemuda Mabuk Ugal-ugalan, Pria Ini Lempar Bambu, Pengendara Terjatuh dan Meninggal

Bupati Kudus Nonaktif Dituntut 10 Tahun Penjara, Tamzil: Saya Tidak Terlibat Kasus Suap

Karena Ulah Geng Motor, Jari Tangan Catur Nyaris Putus, Dibacok Pakai Pedang di Mugassari Semarang

Dikatakannya, PSN dinilai efektif karena memotong jumlah populasi nyamuk dibandingkan memberantas setelah terjadi penetasan telur.

Meski demikian, dia mengingatkan agar rutin menguras bak mandi atau tempat lain setiap lima hari.

Zuraidah menyatakan, pencegahan penyakit DBD tidak lepas dari pola hidup sehari-hari masyarakat.

Maka dari itu, pencegahan penyakit tersebut membutuhkan peran serta masyarakat.

"Pemutusan rantai perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti adalah dengan cara membersihkan lingkungan dan memberantas sarang nyamuk," ujarnya.

Dia menjelaskan, virus demam berdarah yang disebarkan nyamuk aedes aegypti ada empat tingkatan.

Yakni dengue tingkat 1, 2, 3 dan 4.

"Yang paling berbahaya adalah virus dengue tingkat empat," jelasnya. (M Nafiul Haris)

Satu Pasien Kembali Dinyatakan Negatif, Update RSMS Purwokerto: Ada Enam PDP di Ruang Isolasi

Hoaks, Kabar Pasien Meninggal Asal Kebumen Adalah Positif Corona

Objek Wisata Dieng Ditutup Sementara, Berlaku Hingga 29 Maret

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved