Breaking News:

Teror Virus Corona

Dibahas Senin Ini, Skenario Pemprov Jateng Berlakukan ASN Kerja di Rumah

Kebijakan semi 'lockdown' yang diterapkan Pemprov Jawa Tengah juga sepertinya akan berimbas pada kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: deni setiawan
Istimewa
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengenakan masker saat melakukan sidak di ruang isolasi RS Moewardi Surakarta, Rabu (4/3/2020), untuk mengecek kesiapsiagaan dalam mengantisipasi situasi terburuk menghadapi virus corona. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kebijakan semi 'lockdown' yang diterapkan Pemprov Jawa Tengah juga sepertinya akan berimbas pada kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Pemprov saat ini sedang membahas skenario agar ASN bisa bekerja di rumah sesuai anjuran Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19.

"Sebagai tindak lanjut, kami sudah bicara dengan Gubernur Jateng."

"Saat ini tengah dibahas skenarionya, Senin (16/3/2020) akan dirapatkan," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Tengah, Wisnu Zaroh, Minggu (15/3/2020).

RSUD Margono Purwokerto Masih Tangani Dua Pasien Pengawasan, Rujukan Asal Cilacap dan Banjarnegara

Konser Didi Kempot Ditunda, Sekda: Termasuk Seluruh Agenda Hari Jadi Kabupaten Cilacap

Ganjar Gratiskan Warga yang Mau Tes Virus Corona, Ini Daftar Tujuh RS Milik Pemprov Jateng

Pandemi Virus Corona, Tiket KA Bakal Dikembalikan, Bila Ada Calon Penumpang Bersuhu Tinggi

Saat ini, menurutnya, baru sebatas imbauan bagi ASN yang sedang sakit, badan pegal-pegal, atau demam, untuk tidak berangkat ke kantor terlebih dahulu.

Menurutnya, ada sebagian pekerjaan ASN yang bisa dikerjakan di rumah, ada yang harus di kantor.

Yang bisa dikerjakan di rumah kebanyakan merupakan pekerjaan tingkat tinggi.

Misalnya, membuat konsep, surat menyurat dengan teknologi, penilaian kinerja, dan sebagainya.

"Meskipun libur, ini kami juga sudah tandatangani tiga surat. Ini bisa dikerjakan di rumah melalui Android."

"Kalau salah, dikoreksi nanti bisa dikembalikan ke staf. Teknologinya sudah ada," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (15/3/2020).

Yang menjadi kendala, lanjutnya, pada pekerjaan yang justru tingkatnya rendah.

Antara lain persiapan sarana dan prasarana, menghitung jumlah barang yang masuk.

Jenis pekerjaan tersebut menuntut ASN harus ada di kantor. (Mamduh Adi)

Pertama di Cilacap, Overpass Sigong Mulai Diujicobakan, Peresmian Tunggu Jadwal Gubernur Jateng

Kalau Ada Petugas Mau Semprot Disinfektan di Rumah, Lapor Pak RT, Bisa Jadi Cuma Kedok Penipuan

Satu Pasien Pengawasan RSUD Margono Purwokerto Meninggal, Kondisi Awal Masuk Sudah Pneumonia Berat

Manisan Carica Banjarnegara Serasa Mulai Berkurang Kemanisannya, Produsen Keluhkan Harga Gula

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved