Berita Purbalingga
Dinas Ketahanan Pangan Jateng Cek Kadar Pestisida Sayuran di Pasar Segamas, Begini Hasilnya
Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah melakukan pengecekan sayuran yang dijual di Pasar Segamas Kabupaten Purbalingga, Kamis (12/3/2020).
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: Rival Almanaf
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah melakukan pengecekan sayuran yang dijual di Pasar Segamas Kabupaten Purbalingga, Kamis (12/3/2020).
Pengecekan yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan (Distangan) untuk mengetes residu pestisida yang menempel di sayuran.
Ada beberapa sayuran yang dijadikan sample pengetasan yaitu tomat, lombok, brokoli, kol, dan kubis.
Kasi pengawasan dan keamanan pangam (Distangan), Agus Mugio menuturkan pemeriksaan tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setahun sekali.
Tahun ini pihaknya akan melakukan pengawasan di 35 kabupaten Kota.
"Ada 500 sample yang diperiksa. Untuk saat ini jadwalnya di Kabupaten Purbalulingga," ujarnya.
• Duet Hari Nur Bruno Silva Kembali, Simak Daftar 20 Pemain yang Dibawa PSIS Menjamu Arema di Magelang
• Paman dan Keponakan Ditangkap di Alun-alun Banjarnegara, Kapolres: Mereka Hendak Transaksi Sabu
• Prostitusi Online Kaum Gay di Semarang Dibongkar, Gunakan Twitter Tawarkan Jasa Pijat Jadi Modus
• PSCS Cilacap Minta Maaf, Launching Tim Digelar Sederhana, Sutikno: Harap Dimaklumi
Menurut dia ada 15 jenis sayuran dilakukan pengetesan.
15 jenis sayuran yang dites mempunyai tingkat produksi tinggi dalam kurun tiga tahun terakhir.
"Jadi sayuran yang dites diindikasi terdapat residu pestisida," tuturnya.
Dikatakannya, bahaya residu pestisida tidak bisa langsung dirasakan.
Residu terlihat baru bisa diketahui sekitar setahun hingga dua tahun.
"Residu pestisida ini membahayakan. Apabila orang memakan sayuran bisa sakit perut," ujarnya.
Menurutnya, hasil pemeriksaan menujukkan sayuran yang ada pasar Segamas negatif residu.
Dia mengklaim sayuran yang di pasar Segamas aman untuk dikonsumsi.
"Negatif itu tidak terdeteksi adanya residu pestisida," tuturnya.