Berita Regional

Dampak Virus Corona Kapal Pesiar Angkut Ratusan Turis Mancanegara Dilarang Turun di Tanjung Emas

Dampak beredarnya virus corona Pemerintah Kota Semarang melarang kapal pesiar yang membawa 738 turis asing berlabuh ke Pelabuhan Tanjung Emas.

Penulis: Dhian Adi Putranto | Editor: Rival Almanaf
Tribunbanyumas.com/ Dhian Adi Putranto
I Nyoman Sudirman Manager Cabang Yogyakarta Cruise Asia Destination Asia 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Dampak beredarnya virus corona Pemerintah Kota Semarang melarang kapal pesiar yang membawa 738 turis asing berlabuh ke Pelabuhan Tanjung Emas.

Kapal pesiar Viking Sun berangkat dari Darwin, Australia pada dua pekan lalu itu dijadwalkan akan bersandar pada Kamis (5/4) pukul 07.00.

Namun sayangnya kapal mengangkut 738 penumpang dan 400 kru kapal itu batal bersandar setelah Pemerintah Kota Semarang mengeluarkan surat penundaan bersandar kepada kapal tersebut.

Surat tersebut dikeluarkan sebagai kesiapsiagaan Kota Semarang dalam menghadapi virus Covid-19.

Dalam surat yang dibubuhi tanda tangan dari Walikota Semarang itu menerangkan bahwa seseorang yang memiliki riwayat perjalanan dari negera yang terjangkit wabah korona selama 14 hari terakhir disebut sebagai orang dalam pengawasan.

Mahasiswa UMP Purwokerto Turun ke Jalan, Kampanye Lawan Virus Corona

Indonesia Positif Corona, PT LIB Minta Suporter Diperiksa Kesehatannya Sebelum Masuk Stadion

Masih Tunggu Hasil Jakarta, Ini Kondisi Terkini Empat Pasien Terduga Suspect Corona di Banyumas

Rencana Jaringan Transportasi Trans Banyumas Tak Direstui DPRD. Bagaimana Nasib Bus Hibah Kemenhub?

Sehingga dalam pengecekan kesehatan di laboratorium membutuhkan waktu selama dua hari.

Sehingga pemerintah kota Semarang tidak memberikan izin sandar kepada kapal pesiar yang sebagian besar turisnya berasal dari Inggris dan Amerika itu.

Manager Cabang Yogyakarta Cruise Asia Destination Asia, I Nyoman Sudirman selaku operator tour wisata para turis mancanegara kapal pesiar itu, membenarkan batalnya kapal pesiar tersebut di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Menurutnya surat tidak diizinkan bersandar tersebut pihaknya terima pada pukul 13.00 dan segera pihaknya sampai kepada awak kapal.

"Kami tidak dapat berbuat apa apa. Adanya hal ini kami harus membatalkan semua operasi seperti pemesanan bus-bus sebanyak 26 dan akomodasi lainnya," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya tidak menerima laporan ada penumpang atau kru kapal yang mengalami sakit.

Bahkan dari informasi yang pihaknya terima dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Semarang bahwa KKP telah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh penumpang dan kru kapal.

Semuanya dinyatakan fit dan Sehat semuanya.

Namun dengan tidak diizinkan berlabuh di Tanjung Emas Semarang, maka kapal tersebut belum diketahui akan berlabuh di ke pelabuhan mana selanjutnya.

Terlebih pada tanggal 9 Kapal tersebut harus bersandar di Bali untuk menurunkan penumpang sebanyak 500 turis yang akan melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved