Rabu, 22 April 2026

Teror Virus Corona

Dua TKW Terduga Suspect Virus Corona di Banyumas, Perlu Moratorium Pekerja Migran Indonesia?

BP2MI belum moratorium terkait pengiriman pekerja migran ke sejumlah negara terdampak virus corona (Covid-19).

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Kepala Biro Humas BP2MI, Sukmo Yuwono. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) belum moratorium pengiriman pekerja migran ke sejumlah negara terdampak virus corona (Covid-19).

Terutama ke sejumlah negara-negara Asia seperti China, Jepang, Korea, maupun Singapura.

Kepala Biro Humas BP2MI, Sukmo Yuwono mengatakan, jika pemerintah di luar negeri saat ini mengawasi pekerja migran yang ada di sana.

Perwakilan pemerintah di luar negeri juga telah memberikan masker secara gratis.

"Jika sedang libur bisa dipergunakan agar tidak berpergian karena untuk menghindari kerumunan," katanya kepada TribunBanyumas.com, Rabu (4/3/2020).

Tiga Desa di Kecamatan Jeruklegi Bakal Dilintasi Tol Pejagan-Cilacap, Exit Tol di Sumingkir

Satu Pasien Terduga Suspect Corona, Bupati Banyumas: Seringlah Berwudhu, Minimal Cuci Tangan

Chord Kunci Gitar Lagu Anak Tik Tik Tik Bunyi Hujan

Nasib Belum Jelas, 65 Jemaah Umroh Asal Purwokerto Batal 4 Maret, Rencana Berangkat Mundur 13 Hari

Pihaknya menyampaikan, jika sampai hari ini pekerja migran yang positif virus corona di Singapura dikabarkan telah sembuh.

"Kini pemerintah sedang mengawasi pekerja migran yang ada di Taiwan dan Hongkong."

"Bersama memang perlu hati-hati terutama di Korea. Karena di sana sedang mengganas," imbuhnya.

Pihak BP2MI saat ini tengah melakukan kerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan embarkasi imigrasi terutama terkait pengecekan suhu tubuh.

Menurutnya, yang terpenting adalah pengecekan di negara-negara outbreak yaitu sebelum mereka pulang ke Indonesia.

Pemerintah akan terus memantau siapa pekerja migran yang akan pulang dan tetap tinggal.

Kepulangan para pekerja migran akan selalu dipantau, baik yang selesai maupun melanjutkan kontrak kerja.

"Jika ada pekerja migran yang terkena virus corona di luar negeri, akan ditahan terlebih dahulu."

Hingga saat ini pihaknya menyampaikan, belum ada kebijakan moratorium pengiriman pekerja migran ke negara-negara terdampak corona.

Akan tetapi BP2MI memang sedikit menahan diri.

"Ada sekira 23 ribu yang sudah terseleksi."

Jika dari pemerintah Indonesia tidak menstop pengiriman, Korea akan masih tetap membuka.

"Tidak ada moratorium, tapi mencegah dan agak menahan diri melihat situasi di sana," ungkapnya.

Resep Masakan, Tumis Tahu Saus Tiram Praktis

Chord Kunci Gitar Lagu Anak Nina Bobok

Chord Kunci Gitar Lagu Anak Selamat Ulang Tahun

Chord Kunci Gitar Lagu Anak Burung Kakak Tua

Meskipun corona mewabah di negara-negara seperti China, Korea, maupun Hongkong para pekerja migran di sana tidak mengalami kepanikan.

"Kami kira tidak ada kepanikan, karena kami juga telah fasilitasi masker dan hotline."

"Sehingga mereka masih tenang dan tidak ada rasa buru-buru ingin pulang ke Indonesia," tambahnya.

Ditanya mengenai para pekerja migran yang berada di Arab Saudi, Sukmo Yuwono mengungkapkan jika sementara ini Arab Saudi tengah membuat kebijakan penempatan dengan sistem satu kanal.

"Untuk Arab Saudi, menggunakan penempatan satu kanal dimana kami tidak jor-joran setiap PJTKI menempatkan."

"Kami seleksi menjadi 48 PJTKI atau P3MI yang diberi hak job order melakukan penempatan kepada perusahaan di Arab Saudi," pungkasnya.

Satu Lagi Pasien

Terpisah sebelumnya, satu lagi, pasien perempuan terduga suspect virus corona dirujuk ke Ruang Isolasi Seruni RSUD Banyumas, pada Rabu (4/3/2020).

Saat dikonfirmasi, Wakil Direktur Umum RSUD Banyumas, dr Noegroho Harbani mengatakan, jika tindakan isolasi dilakukan dalam rangka pencegahan.

Diketahui, pasien tersebut juga baru saja pulang dari Hongkong, sama seperti pasien sebelumnya.

"Yang bersangkutan adalah pasien asma."

"Gejalanya ada demamnya, pasien baru saja dari luar, yaitu Hongkong."

"Karena rumah sakit sebelumnya tidak ada ruang isolasi."

"Sehingga pencegahan dan pengawasan dirujuk ke RSUD Banyumas," ujar Noegroho kepada TribunBanyumas.com, Rabu (4/3/2020).

Hamil Duluan, Faktor Tingginya Permintaan Dispensasi Nikah di Cilacap

Kepergok Jepret Celana Dalam Wanita, Remaja Mesum Ini Cuma Tersenyum, Foto Dihapus Seketika

Dua Bule Asal Rusia Kehabisan Uang, Kapolsek Genuk Senang Lihat Mereka Lahap Makan Mie Rebus Telur

Indonesia Perlu Belajar ke Vietnam? 16 Pasien Positif Virus Corona Sembuh Total

Dengan adanya satu pasien lagi yang dirujuk ke RSUD Banyumas, hingga saat ini terdapat dua pasien yang diisolasi karena terduga suspect virus corona.

Diketahui bahwa pasien yang dirujuk pertama juga seorang perempuan dan berusia 44 tahun.

Pasien tersebut masuk ruang diisolasi pada Selasa (3/3/2020).

Pasien tersebut mengalami demam, flu, dan muntah-muntah.

Pihaknya belum dapat memastikan diagnosis karena masih tahap pemeriksaan.

Hal itu sebagai upaya pencegahan dan perlindungan orang yang punya risiko tinggi karena bepergian ke negara-negara outbreak yang terdapat kasus virus corona.

"Pasien pertama kondisinya telah membaik."

"Sampel juga telah dikirim ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk dicek dan menunggu hasil," katanya.

Kondisi pasien kedua saat ini dalam keadaan sadar penuh.

Meskipun masih demam, keluhan lain sudah berkurang dan sudah dirontgen.

"Sampel dikirim ke Jakarta semalam, standar dua hari sudah ada hasilnya," katanya.

Bupati Banyumas, Achmad Husein mengimbau agar masyarakat tidak panik dan berpikir yang berlebihan.

Perbanyak cuci tangan serta wudhu untuk terhindar dari penuluran virus dan tetap menjaga daya tahan tubuh. 

Tiara Mau Enggak Pacaran Sama Dul Jaelani? Celetuk Maia Estianty Kepada Finalis Indonesian Idol X

Di Banyumas Siagakan Enam Ruang Isolasi, Direktur RSUD Margono Soekarjo: Kami Juga Miliki Tim PIE

Kakak Beradik Hajar Muji Raharjo, Emosi Motornya Tersenggol, Tak Tahunya Korban Seorang Polisi

Video TKW Terduga Suspect Corona dirujuk ke RSUD Banyumas

Dua Pasien Rujukan

Bertambahnya satu pasien, sehingga total ada dua pasien diduga terjangkit suspect virus corona dirujuk ke RSUD Banyumas.

Pasien sebelumnya adalah seorang pekerja migran Indonesia atau seorang tenaga kerja wanita berusia 44 yang baru saja pulang dari Hongkong.

"Yang bersangkutan adalah seorang TKW, baru saja pulang dari Hongkong pada 6 hari lalu."

"Telah dilakukan pengambilan usapan swap (air liur) dan dikirim ke Jakarta hari ini."

"Ini hanya tinggal menunggu hasilnya dalam 14 hari ke depan," ujar Bupati Banyumas, Achmad Husein kepada TribunBanyumas.com, Selasa (3/3/2020).

Pasien tersebut diinformasikan sudah berada di kediamannya selama enam hari ini.

Terduga memiliki gejala demam, flu, mual, dan muntah tetapi belum ada gejala gangguan pernapasan.

Kemudian terduga dibawa ke salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Banyumas.

Setelah dari rumah sakit swasta, barulah dirujuk ke Ruang Isolasi RSUD Banyumas.

Mendengar adanya terduga indikasi suspect virus corona di wilayahnya, tenaga kesehatan coba melakukan penelusuran dan pendataan.

Suspect corona tersebut terindentifikasi setelah tim Public Safety Center (PSC) Dinkes Kabupaten Banyumas melakukan pengecekan dan penyisiran di rumah sakit atas perintah Bupati Banyumas.

Tim PSC inilah yang melakukan penyisiran terkait jika ada warga yang diketahui baru saja berasal dari negara-negara outbreak.

"Setelah dicek oleh tim PSC, ternyata ada satu yang terindikasi suspect virus corona," ujar Achmad Husein.

Bupati pun memerintahkan untuk tim menyebarkan informasi dan edukasi kepada nasyarakat terkait virus corona atau Covid-19 tersebut.

Bahkan diminta pula untuk dibuat leaflet atau selebaran. (Permata Putra Sejati)

BERITA LENGKAP - TKW Dirujuk ke RSUD Banyumas, Pulang dari Hongkong, Bupati Perintahkan Ini

Kisah Guru SLB di Semarang, Bikin Lukisan Berbahan Limbah Tutup Botol, Sejam Bisa Hasilkan 20 Karya

Cerita Dosen Undip Ciptakan Masker Herbal, Diklaim Bisa Memfilter Polusi Udara

Siapapun Masuk Istana Wajib Diukur Suhu Tubuhnya, Termasuk Menteri Sebelum Ketemu Presiden

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved