Teror Virus Corona
Dua TKW Terduga Suspect Virus Corona di Banyumas, Perlu Moratorium Pekerja Migran Indonesia?
BP2MI belum moratorium terkait pengiriman pekerja migran ke sejumlah negara terdampak virus corona (Covid-19).
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
"Ada sekira 23 ribu yang sudah terseleksi."
Jika dari pemerintah Indonesia tidak menstop pengiriman, Korea akan masih tetap membuka.
"Tidak ada moratorium, tapi mencegah dan agak menahan diri melihat situasi di sana," ungkapnya.
• Resep Masakan, Tumis Tahu Saus Tiram Praktis
• Chord Kunci Gitar Lagu Anak Nina Bobok
• Chord Kunci Gitar Lagu Anak Selamat Ulang Tahun
• Chord Kunci Gitar Lagu Anak Burung Kakak Tua
Meskipun corona mewabah di negara-negara seperti China, Korea, maupun Hongkong para pekerja migran di sana tidak mengalami kepanikan.
"Kami kira tidak ada kepanikan, karena kami juga telah fasilitasi masker dan hotline."
"Sehingga mereka masih tenang dan tidak ada rasa buru-buru ingin pulang ke Indonesia," tambahnya.
Ditanya mengenai para pekerja migran yang berada di Arab Saudi, Sukmo Yuwono mengungkapkan jika sementara ini Arab Saudi tengah membuat kebijakan penempatan dengan sistem satu kanal.
"Untuk Arab Saudi, menggunakan penempatan satu kanal dimana kami tidak jor-joran setiap PJTKI menempatkan."
"Kami seleksi menjadi 48 PJTKI atau P3MI yang diberi hak job order melakukan penempatan kepada perusahaan di Arab Saudi," pungkasnya.
Satu Lagi Pasien
Terpisah sebelumnya, satu lagi, pasien perempuan terduga suspect virus corona dirujuk ke Ruang Isolasi Seruni RSUD Banyumas, pada Rabu (4/3/2020).
Saat dikonfirmasi, Wakil Direktur Umum RSUD Banyumas, dr Noegroho Harbani mengatakan, jika tindakan isolasi dilakukan dalam rangka pencegahan.
Diketahui, pasien tersebut juga baru saja pulang dari Hongkong, sama seperti pasien sebelumnya.
"Yang bersangkutan adalah pasien asma."
"Gejalanya ada demamnya, pasien baru saja dari luar, yaitu Hongkong."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/moratorium-pekerja-migran.jpg)