Berita Regional
Kisah Aan Pelajar Kelas 5 SD Seklah Sembari Bekerja di Pabrik Bata Untuk Merawat Ayah dan Nenek
Ia baru duduk di bangku kelas 5 SD, namun keras getirnya kehidupan telah ia kecap, dan hingga kini semua bisa ia lalui dengan tenang.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SULSEL - Ia baru duduk di bangku kelas 5 SD, namun keras getirnya kehidupan telah ia kecap, dan hingga kini semua bisa ia lalui dengan tenang.
Lonceng SD Negeri 5 Wanio, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan berbunyi, Aan Nur Pratama paling pertama menyalami tangan gurunya dibanding teman-teman lainya.
Siswa kelas V itu lalu berlari pulang ke rumahnya dengan tas yang lusuh.
Terik matahari tak menghalangi Aan segera pulang untuk merawat ayahnya yang sakit dan neneknya yang sudah pikun.
• Banjir Jakarta Kembali Menelan Korban, Tiga Orang Tewas Tersengat Listrik
• BREAKINGNEWS: Pengemudi Mobil Tabraki Pemotor Sambil Berteriak Kafir
• Dua Remaja Tusuk Tukang Parkir di Tempat Hiburan Mallam
• Kisah Annisa yang Tidak Turuti Instruksi Pembina Justru Buatnya Selamat Dari Tragedi Susur Sungai
Setiba di rumah, salam diucap Aan.
Dia masuk ke rumahnya kemudian membuka sepatu, menggantung seragam dan tas sekolah.
Aan langsung merawat Bahri, sang ayah yang lumpuh karena kecelakaan kerja, dan sang nenek yang sudah pikun.
Keduanya hanya bisa terbaring ditempat masing-masing
"Saya sudah enam tahun menderita lumpuh akibat kecelakaan kerja. Saat itu saya tertimpa batu bata, dan divonis patah tulang belakang.
Beruntung Aan bisa merawat saya dan neneknya yang sekarang sudah pikun," kata Bahri di rumahnya Desa Bapangi, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, Selasa (25/02/2020).
"Demi memenuhi kebutuhan sehari-hari Aan bekerja juga sebagai buruh di pembuatan batu bata," sambung Bahri saat Aan menyisir rambutnya.
Setelah ayah dan neneknya makan, Aan pamit menuju tempatnya bekerja sebagai pengrajin batu bata.
Bekerja mengeringkan batu bata setengah hari, sesekali Aan menyeka keringat demi diupah 30 ribu untuk biaya sekolah dan kebutuhan keluarga.
Untuk makan, Aan mengandalkan pemberian dari pemilik usaha batu bata.
• Pembunuh Dua Remaja Putri Terungkap, Korban Ditusuk Berkali-kali Dengan Pisau Dapur
• Dua Pelajar SMA Diringkus Polisi Karena Edarkan Uang Palsu, Begini Cara Mereka Beraksi
• Pembunuh Dua Remaja Putri Terungkap, Korban Ditusuk Berkali-kali Dengan Pisau Dapur
• Hujan Deras, Jembatan Penghubung Dua Kecamatan di Purbalingga Terputus Mobilitas Warga Terganggu
"Aan anaknya rajin dan telaten, dia mampu menjemur batu bata sebanyak 7.000 hingga 10.000 dalam setengah hari. Kadang jika Aan menjemur lebih dari biasanya terpaksa saya harus berhutang upah kepada Aan jika pesanan batu bata belum dibayar pelanggan," ungkap Ancu, Bos Aan.