Berita Kesehatan
Kamu Gemar Makan Ditemani Kerupuk? Perhatikan Dampak Buruknya Bagi Kesehatan
Hampir semua orang di Indonesia lebih senang jika makan ditemani dengan kerupuk.
Kebutuhan energi tersebut bergantung pada jenis kelamin, usia, berat badan, tinggi badan, kondisi kesehatan, sampai aktivitas sehari-hari.
Begitu pasokan kalori terlalu banyak atau lebih besar daripada yang dikeluarkan untuk beraktivitas, tubuh seseorang dapat menyimpan kelebihannya sebagai lemak.
• Kisah Warteg di Grogol Sebulan Disatroni Begal 2 Kali, yang Terbaru Bawa Kabur Sebaskom Tempe Goreng
• Soal Permintaan Ahok Dicopot dari Komisaris Pertamina, Ini Jawaban Erick Thohir
• Angkot yang Ditumpangi Kecelakaan, Mahasiswi Unpad Ini Bersyukur: Selamat dari Musibah Lebih Besar
• KPAI Sebut Wanita Bisa Hamil Jika Berada di Kolam Renang dengan Pria, Simak Penjelasannya
Kelebihan kalori umumnya disimpan dalam bentuk trigliserida atau lemak jahat.
Timbunan lemak jahat dalam tubuh ini dalam jangka panjang dapat menyumbat pembuluh darah arteri di jantung.
Dampaknya, arteri dapat keras, kaku, dan menyempit.
Pengerasan dinding arteri ini meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Selain itu, kelebihan kalori dalam tubuh dapat meningkatkan berat badan, risiko penyakit hati berlemak, tekanan darah tinggi, sampai kanker.
Penimbunan lemak juga bisa meningkatkan tekanan pada sendi, biang osteoartritis.
Sementara itu, penimbunan lemak di sekitar leher dapat menyebabkan penderitanya mengalami berhenti bernapas selama beberapa saat ketika tidur (sleep apnea).
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Waspada, Diam-diam Ada Bahaya Kesehatan di Balik Kriuk-nya Kerupuk",