Teror Virus Corona

Kisah TKI Hongkong Tiap Hari Harus Pakai Masker saat Harganya Mencekik, Berharap Bantuan Indonesia

Kisah TKI Hongkong Tiap Hari Harus Pakai Masker saat Harganya Mencekik, Berharap Bantuan Indonesia

Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
ST PHOTO/TIMOTHY DAVID
Tamu di Hotel Shangrila’s Rasa Sentosa Resort and Spa di Pulau Sentosa, Singapura, mengenakan masker untuk mencegah penyebaran virus corona. Hotel ini ditinggali oleh korban pertama di Singapura yang terinfeksi virus corona. 

Sri pun merasa demikian. Tetapi apa boleh buat, masker harus terus dikenakan, khususnya saat keluar rumah agar terhindar dari penyebaran virus mematikan. 

Kondisi ini mestinya membuat orang berempati. Syukur masyarakat mau membantu mengurangi penderitaan warga di negara terdampak.

Alih-alih membantu, kondisi ini bahkan dimanfaatkan sebagian orang untuk mengeruk keuntungan. 

Di  tengah ketergantungan masyarakat terhadap masker, di situ ada peluang ekonomi yang menggiurkan.

Inilah yang sangat disayangkan Sri.

Saat banyak warga menjerit kekurangan masker, masyarakat lainnya, baik pengusaha maupun distributor menawarkan produk itu dengan harga berlipat. 

Sri mencontohkan, masker yang normalnya seharga Rp 20 ribu perbox di Indonesia, kini dijual seharga Rp 250 ribu perbox.

Ini belum termasuk ongkos kirim dari Indonesia ke Hong Kong yang juga naik dua kali lipat.

Meskipun ini masih lebih murah jika membeli masker di Hong Kong seharga sekitar Rp 600 ribu perbox. 

Sri pun berharap agar pemerintah Indonesia ikut andil untuk menstabilkan harga masker di tanah air sehinggga lebih terjangkau.  

Ini mengingat kebutuhan masker yang masih sangat tinggi di negara penempatan PMI yang berdekatan dengan Tiongkok.

Ia pun berharap, pemerintah dan masyarakat Indonesia mau berempati terhadap derita pahlawan devisa yang selama ini berjuang untuk menghidupi keluarganya di tanah air. 

Memang sudah ada pihak-pihak dari Indonesia yang membantu penyaluran masker gratis untuk PMI di Hong Kong. Tetapi bantuan itu dinilai masih sangat kurang mengingat tingginya kebutuhan masker bagi PMI di Hong Kong. 

"Butuh bantuan lebih banyak lagi,"katanya. (*)

Kisah di Balik Penemuan Korban Pembunuhan di Sigaluh: Saat Tim Putus Asa, Terdengar Suara Memanggil

Oknum Guru di Banjarnegara Setubuhi Muridnya di Toilet hingga di Pinggir Jalan, Ini Pengakuannya

Kenangan Ashraf di Ultah ke-40, Ibunda Ungkap Persaannya: Dia Bahagia Nikah dengan si Cantik Bunga

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved