Teror Virus Corona
Kisah TKI Hongkong Tiap Hari Harus Pakai Masker saat Harganya Mencekik, Berharap Bantuan Indonesia
Kisah TKI Hongkong Tiap Hari Harus Pakai Masker saat Harganya Mencekik, Berharap Bantuan Indonesia
Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Wabah virus Corona masih mengintai masyarakat dunia, tidak terkecuali Hong Kong yang berdekatan dengan negara Tiongkok.
Kondisi ini membuat penduduk Hong Kong, termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di sana was-was.
Berbagai upaya pencegahan pun dilakukan agar warga terhindar dari penularan virus mematikan itu.
• Tempat Tanpa CCTV di Purwokerto Rawan Pencurian, Polresta Banyumas Ungkap 14 Kasus
• Berita Lengkap Rusuh Suporter di Laga Persebaya vs Arema FC: 4 Motor Dibakar, 2 Orang Luka
• Hasil Undian All England 2020: Wakil Indonesia Langsung Ketemu Lawan Berat, Marcus/Kevin Final Dini
• Kisah di Balik Penemuan Korban Pembunuhan di Sigaluh: Saat Tim Putus Asa, Terdengar Suara Memanggil
Di antaranya dengan menggunakan penutup mulut dan hidung (masker).
Karenanya, permintaan terhadap masker terus meningkat. Akibatnya, stok barang itu menipis.
Harga masker pun cepat melonjak karena kelangkaan barang di pasaran.
PMI di Hong Kong asal Kabupaten Banjarnegara Sri Nastuti mengatakan, banyak PMI yang terpaksa meminta kiriman masker dari Indonesia untuk memenuhi kebutuhan mereka di negara penempatan.
Tetapi ternyata tidak hanya PMI yang meminta kiriman masker dari Indonesia.
Para majikan pun ikut memborong masker dari tanah air melalui PMI yang bekerja kepada mereka.
Majikan Sri dan keluarganya di Hong Kong pun menitip masker yang dibelinya dari Indonesia dalam jumlah cukup banyak.
"Banyak majikan yang menyuruh cece (asisten) nya untuk beli masker di Indonesia,"katanya
Sri mengatakan, masker saat ini menjadi kebutuhan pokok penduduk Hong Kong, termasuk PMI.
Bagaimana tidak, setiap keluar rumah, warga wajib mengenakan masker untuk menghindari penularan bakteri via udara.
Padahal, umumnya masker hanya sekali pemakaian. Karenanya, wajar jika kebutuhan masker amat tinggi di Hong Kong.
Siapa yang nyaman jika sepanjang hari harus mengenakan masker. Sirkulasi udara ke hidung terganggu. Aktivitas warga pun menjadi tidak leluasa.