Berita Viral
Viral Kabar Pasien Ditelantarkan RSAM Lampung, Begini Konfirmasi Manajemen Rumah Sakit
Sebuah postingan viral di media sosial karena menarasikan keluarga pasien BPJS Kelas 3 di Lampung meninggal diduga karena tidak lekas ditangani.
TRIBUNBANYUMAS.COM, LAMPUNG - Sebuah postingan viral di media sosial karena menarasikan keluarga pasien BPJS Kelas 3 di Lampung meninggal diduga karena tidak lekas ditangani.
Pasien atasnama M Rezky Mediansori dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami demam tinggi hingga kejang.
Ia didiagnosis menderita demam berdarah dan akhirnya meninggal di selasar RS Abdul Moeloek (RSAM) Lampung.
Duka masih menyelimuti keluarga M Rezky Mediansori yang dinyatakan meninggal dunia.
• Oknum Guru di Banjarnegara Setubuhi Muridnya di Toilet hingga di Pinggir Jalan, Ini Pengakuannya
• Diduga Dianiaya Kepsek, Begini Isi Laporan Guru SDN 03 Salebu ke Polsek Majenang Cilacap
• Terungkap, Ini Alasan Irfan Bachdim Memilih Pindah ke PSS Sleman dari Bali United
• Terkuak Gender Lucinta Luna Setelah Tertangkap Polisi Karena Kasus Narkoba
Penyesalan terbesar keluarga lantaran Rezky tak segera mendapat penanganan meskipun kondisinya sudah kritis.
Keluarga pasien kecewa dengan penanganan rumah sakit plat merah tersebut.
Pasalnya, pihak RSAM tidak sigap menangani anak mereka, M Rezky Mediansori (21) yang saat tiba sudah dalam kondisi kritis dengan tubuh kejang-kejang dan panas tinggi.
Orangtua Rezky, Lilik Ansori mengatakan, anaknya didiagnosa demam berdarah saat dirujuk dari RS Bob Bazar Lampung Selatan.
“Namanya gawat darurat, harusnya sigap. Anak saya ini butuh penanganan khusus.
Karena di RS Kalianda (RS Bob Bazar) itu masuk IGD, di Abdul Moeloek juga masuk IGD,” kata Lilik saat ditemui di rumahnya di Dusun Pasar Senin Baru, Desa Palas Pasemah, Lampung Selatan, Selasa (11/2/2020).
Lilik mengatakan, Rezky masuk ke IGD RSAM pada Minggu (9/2/2020) pukul 06.00 WIB tapi tidak langsung ditangani oleh dokter.
“Padahal sudah ada keterangannya anak saya ini demam berdarah. Saya tanya mana dokternya, kata perawat baru datang jam lima sore,” kata Lilik.
Kemudian pukul 22.00 WIB, setelah diperiksa dan konsultasi dengan dokter Riki, anaknya dipindahkan ke ruangan rawat.
“Namun, bukan ruangan penyakit dalam, tapi di ruangan penitipan, di ruang penyakit syaraf,” kata Lilik.
Di ruangan penitipan, kondisi Rezky yang kejang dan menjerit-jerit ternyata menggangu pasien lain sehingga dipindahkan ke kamar lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/pasien-bpjs-kelas-3-meninggal-diduga-ditelantarkan.jpg)