Berita Human Interest

Kisah Prianggono Bertransformasi Dari Preman ke Pemilik Panti Asuhan, Hal Ini yang Membuatnya Insyaf

Setiap orang tidak akan pernah tau seperti apa kehidupannya di masa depan. Meski hari ini jatuh miskin bisa jadi tahun depan nasib berubah.

Editor: Rival Almanaf
(KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA)
Prianggono saat berada di warung Kongsuu, Desa Widodomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman 

TRIBUNBANYUMAS.COM, YOGYAKARTA - Setiap orang tidak akan pernah tau seperti apa kehidupannya di masa depan. 

Meski hari ini jatuh miskin bisa jadi tahun depan nasib berubah satu tahun berikutnya. 

Hal itu dialami Prianggono, seorang mantan preman yang kini memiliki sebuah panti asuhan di Sleman Yogyakarta.

Suasana asri terasa saat berkunjung ke Panti milik Prianggono.

Seorang remaja mengenakan seragam SMA melangkah masuk ke dalam sebuah warung.

Remaja ini berhenti setelah melihat seorang pria mengenakan kaus dan sarung duduk di sebuah kursi.

Pria ini berambut sedikit panjang dengan tato di leher.

Pelajar SMA ini pun lantas melangkah mendekat, dan mencium tangan pria tersebut.

Setelah itu, remaja ini berjalan masuk ke dalam bagian belakang warung.

Penyelenggara Optimis Laga Uji Coba Persis vs Persib Pasti Digelar di Manahan

Update Temuan Candi Baru di Dieng, Ada yang Menarik, BPCB Segera Lakukan Eskavasi

Video : Detik-detik Penumpang Jatuh dari Kapal Diselamatkan Anggota TNI

Begini Kritikan Roy Suryo Terhadap Polri yang Belum Bisa Ringkus Buron KPK Harun Masiku

Pria sederhana yang duduk di kursi itu bernama Prianggono.

Jika dilihat sekilas, pria berusia 43 tahun ini tampak garang. Namun, siapa sangka, di balik parasnya tersebut, pria kelahiran Semarang ini murah senyum dan bahkan mempunyai jiwa sosial yang tinggi.

Di tempat tinggalnya, di Dusun Prigen, Desa Widodomartani, Prianggono mendirikan Panti Asuhan Islam Yatim dan Dhuafa Daarul Qolbbi Pondok Pesantren Tombo Ati, Sleman.

"Asal saya dari Semarang, istri saya yang asli sini," ujar Prianggono saat ditemui di Warung Kongsuu, Desa Widodomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Senin (10/2/2020).

Sembari sesekali menyapa ramah tamu yang datang ke warungnya, Prianggono menceritakan tentang perjalanan hidupnya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved