Berita Banyumas
Prihatin Tingginya Angka Kecelakaan Kerja Penderes, Bupati Banyumas Bagikan 167 Unit Safety Belt
Prihatin Tingginya Angka Kecelakaan Kerja Penderes, Bupati Banyumas Bagikan 167 Unit Safety Belt. ini merupakan program kerjasama dengan koperasi
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: yayan isro roziki
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Bupati Banyumas, Achmad Husein, menyalurkan bantuan alat keselamatan kerja berupa safety belt bagi para penderes, pada Senin (10/2/2020).
167 unit safety belt itu merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Forum Komunikasi Koperasi Besar Indonesia.
Ada ratusan penderes dari dua desa yang mendapatkan alat keselamatan, yaitu Desa Kedungurang, Kecamatan Gumelar dan Desa Kasegeran, Kecamatan Cilongok.
Dalam sambutannya, Achmad Husein mengaku sangat prihatin dengan banyaknya petani penderes gula kelapa yang terjatuh.
• Sambut Hangat Koran Tribun Jateng, Bupati Kebumen: Kami Butuh Media untuk Sosialisasi dan Promosi
• DPC KAI Purbalingga Bakal Gandeng Pemkab untuk Berikan Penyuluhan Hukum ke Camat dan Kades
• BPCB Jateng Patikan Segera Eskavasi Temuan Candi Baru di Dieng. Ini Tanggal Pelaksanaannya
• Bukan Messi atau Ronaldo, Ini Pesepak Bola Idola Erling Haaland. Seperti Apa Sosoknya?
Hal itu jelas menyebabkan para penderes meninggal dunia ataupun cacat seumur hidup.
Mendengar seringnya kejadian tersebut, Husein sekaan ikut merasakan sakit ketika mendengar ada warganya yang jatuh.
"Ada 700 orang jatuh dari pohon kelapa banyak itu (periode 2014-2019) kasihan.
Saya sakit kalau dengar penderes jatuh dari pohon. Untuk tanda tangan santunan Penderes jatuh itu saya tidak diam saja, tapi sakit betul, seakan akan ikut merasakan," ujar Husein kepada TribunBanyumas.com, sebagaimana dalam rilis, Senin (10/2/2020).
• Biaya Penanganan WNI Eks Hubei China di Natuna Capai Rp1 Triliun, Ini Respon Menkeu Sri Mulyani
Bupati ingin para penderes selamat dan lebih disiplin dalam menggunakan alat keselamatannya.
Terdapat sekitar 26.580 penderes di Kabupaten Banyumas.
Dalam periode 2014-2019 terdapat sekitar 702 penderes gula kelapa jatuh.
Berdasarkan data dari Kesra Setda Kabupaten Banyumas tercatat sejak 2017 hingga Oktober 2019 terdapat 323 kasus kecelakaan penderes terjatuh.
Dari jumlah tersebut ada 236 penderes cacat dan 87 diantaranya meninggal dunia.
• Gara-gara Kasih Rokok Lintingan, Pria Ini Tewas Dibacok di Setelah Antar Istrinya Pulang
Bupati berharap para penderes yang mendapatkan alat keselamatan dapat menggunakan secara baik dan disiplin.
Sebab, menurut bupati penggunaan alat tidak akan sulit jika terbiasa dan terus digunakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/alat-keselamatan-kerja-bagi-penderes-di-banyumas.jpg)