Berita Regional
Biaya Berobat di Ningsih Tinampi Capai Rp10 Juta. Ini Respon Dinkes Pemprov Jatim
Biaya Berobat di Ningsih Tinampi Capai Rp10 Juta. Respon Dinkes Pemprov Jatim: manfaatkan layanan kesehatan yang gratis daripada ke ningsih tinampi
TRIBUNBANYUMAS.COM - Tak ada patokan tarif pasti yang harus dibayarkan paisen kala berobat di tempat pengobatan alternatif Ningsih Tinampi.
Ningsih Tinampi membuat heboh publik Indonesia, setelah mengaku bisa menyembuhkan berbagai penyakit berat dan kronis.
Banyak masyarakat yang berbondong-bondong berobat ke tempat perempuan asal Pasutuan, Jawa Timur (Jatim) itu.
Namun, berapa biaya yang harus dikeluarkan pasien untuk mendapatkan pengobatan? Dan bagaimana respon instansi terkait di Jatim soal fenomena pengobatan Ningsih Tinampi?
• 7 Langkah Agar WhatsApp Anda Tidak Disadap
• Siltap Perangkat Desa Akan Disamakan Gaji PNS Golongan II A? Ini Kata Ketua PPDRI Purbalingga
• Usai Menyantap Tumpeng, Ratusan Warga Wangon Dirawat di Rumah Sakit Diduga Keracunan Makanan
• PSCS Cilacap Resmi Rekrut Pemain Eks Liga 1, Suporter: Semoga Semakin Gacor!
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang gratis, daripada berobat di tempat pengobatan Ningsih Tinampi.
Alasannya, biaya berobat di tempat tersebut dianggap cukup mahal.
Pasalnya, dari informasi yang dihimpun Pemprov, biaya pengobatan setiap pasien yang ditangani Ningsih Tinampi beragam, yaitu antara Rp300. 000, hingga Rp10 juta.
"Kami khawatir nanti malah masyarakat penasaran dan mencoba berobat ke sana, padahal berobat ke Ningsih Tinampi tidak murah," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Herlin Ferliana, saat dikonfirmasi, Sabtu (8/2/2020).
• Video Ratusan Warga Diduga Keracunan Nasi Tumpeng
"Lebih baik memanfaatkan layanan kesehatan yang gratis. Uangnya bisa dipakai untuk pendukung pengobatan," tambah dia.
Selain biaya pengobatan yang mahal, ia juga mengatakan pengobatan yang dijalankan Ningsih Tinampi itu bukan termasuk dalam kategori pelayanan kesehatan.
Menurutnya, ada dua bentuk layanan kesehatan dalam dunia pengobatan.
Pertama, pengobatan konvensional, yaitu pengobatan dan tindakan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
• Update : Ratusan Warga Wangon Keracunan Tumpeng, Pemkab Banyumas Kirim Sampel Makanan ke Laborat
Kedua pengobatan tradisional, yaitu pengobatan yang memanfaatkan ramuan.
Pengobatan tradisional maupun konvensional, dijelaskan dia, dianggap memiliki standar pelayanan, organisasi, dan kode etik.
Sedangkan di tempat pengobatan Ningsih Tinampi, dianggap tidak memenuhi kedua bentuk pengobatan tersebut.
• 3 Bulan Berada di Luar Negeri, Raffi Ahmad Rela Kehilangan Uang Rp 15 Miliar
• Kisah Kemesraan Para Poligami Muda Dari Antar Suami Menikah Lagi Hingga Tunggui Istri Tua Melahirkan
• Detik-detik Tentara Thailand Pelaku Penembakan Massal yang Tewaskan 21 Orang Dieksekusi Mati
• Tukang Ojek Pengkolan TOP Bikin Penasaran, Apa Benar Ratna? Kalau Denok Tahu Bakal Bahaya Ini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/ningsih-tinampi____.jpg)