Rumahnya di Banyumas Jadi Lokasi Pembantaian Satu Keluarga, Misem Ungkap Kejadian 20 Hari Setelahnya
Rumahnya di Banyumas Jadi Lokasi Pembantaian Satu Keluarga, Misem Ungkap Kejadian 20 Hari Setelahnya
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
"Terkait masalah keributan itu ada, tetapi saya kira tidak terlalu keras.
Yang jelas saya punya tanah 88 ubin dan sudah dibagi untuk 4 anak.
Masing-masing ya 22 ubin.
Minah sudah dibangunkan rumah, sedangkan Ratno dan yang lain masih campur," ujarnya.
Waktu kembali ke rumah setelah 20 hari di rumah Minah, Misem merasa rumahnya itu menjadi lebih dingin dan rumah dalam keadaan bersih.
Selama kurang lebih 4 tahun anak-anaknya dikira hilang dia tanya ke Minah dan menjawab sedang kerja.
Selama 20 hari tidur di rumah Minah, Misem sering terbangun malam dan gelisah, dan ingin kembali ke rumahnya sendiri.
Sesaat setelah persidangan selesai Minah meminta ijin kepada Majelis hakim untuk bersalaman dengan Misem.
Momen tersebut dimanfaatkan Minah untuk mencium, bersalaman dengan Misem ibunya sendiri.
Tangis Minah pecah ketika memeluk dan mencium Misem.
Begitu pula dengan Edi Pranoto yang mendampingi Misem yang tidak kuasa menahan air mata.
Sidang pengakuan saksi-saksi sudah selesai dan sidang dilanjutkan kambali minggu depan, pada Rabu (12/2/2020) dengan agenda mendengarkan keterangan ahli. (TribunBanyumas/jti)
• Indra 3 Bulan Cari Kekasihnya, 5 Tahun Kemudian Baru Tahu Vivin dan Keluarga di Banyumas Dibunuh
• Pak Dukuh dan TR Ketemu di Angkringan Lanjut ke Rumah Kosong, Begini Kondisinya saat Digerebek Warga
• Kevin 16 Tahun Hidup Sebagai Wanita, Pria dengan Kelamin Ganda di Tegal Putuskan untuk Operasi
• Babak Baru Dugaan Pembunuhan Bocah di Sigaluh Banjarnegara, Polisi Tetapkan KR sebagai Tersangka