Jumat, 1 Mei 2026

Pilbup Purbalingga 2020, Slamet Sebut Koalisi Pelangi Masih Terbuka

Koalisi Pelangi guna menghadapi Pilbup Purbalingga 2020 saat ini beranggotakan 8 partai. Namun, tidak menutup kemungkinan komposisi ini akan berubah

Tayang:
TribunBanyumas.com/Rahdyan Trijoko Pamungkas
Ketua DPC PKB Purbalingga, yang juga koordinator Koalisi Pelangi, Slamet Wahidin. 

Laporan Wartawan Tribun Banyumas Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Sejumlah bakal calon balon) bupati Purbalingga, telah mepaparkan visi dan misi mereka di kantor Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Purbalingga, Minggu (19/1/2020) kemarin.

Mereka memaparkan visi-misi di hadapan anggota 'Koalisi Pelangi'.

Para kandidat tersebut antara lain adalah Imam Maliki, Suparno, Sugeng, Muhammad Zulfan Fauzi, Agus Sarkoro, dan Ansori. 

Pembangunan Objek Wisata Lembah Silangit Purbalingga Jadi Tambang Gallian C. Ini Respon Warga

Slamet Sebut Tak Ada Mahar Politik dalam Penjaringan Balon Bupati-Wakil Bupati Purbalingga

Kisah Jalanan Rusak di Tungkep Purbalingga. Bupati Tiwi Terjatuh Hingga Warga yang Patah Tulang

Kembali Heboh, Warga Dieng Temukan Bangunan Kuno Mirip Candi, Alief Ingat Peristiwa 10 Tahun Lalu

Koordinato Koalisi Pelangi, Slamet Wahidin, mengatakan saat ini ada delapan partai yang tergabung dalam koalisi pelangi.

Yaitu PKB, Gerindra, PKS, PAN, Partai Demokrat, Nasdem, Partai Hanura, dan Partai Berkarya. 

Dikatakannya, tidak menutup kemungkinan anggota Kolaisi Pelangi akan bertambah.

Asrama Ponpes Zam Zam Muhammadiyah Cilongok Terbakar. Ini Cerita Seorang Santri

Sehingga, ke depan masih ada kemungkinan anggota Koalisi Pelangi tidak hanya delapan partai yang saat ini ada.

"Saya atas nama koordinator koalisi, mengajak PDI-Perjuangan untuk ikut koalisi pelangi.

Begiu juga partai Golkar dan PPP," kata Slamet, yang juga merupakan Ketua DPC PKB Purbalingga ini.

Bagaimana Kondisi Ponpes Zam Zam Cilongok Pascakebakaran? Simak Penjelasan Resmi Pengasuh

"Masyarakat Purbalingga ingin dipimpin bukan dari salah satu kelompok atau golongan, tapi jika terpilih nanti menjadi Bupatinya semua orang Purbalingga.

Mereka ingin bagaimana mengangkat pemimpin jadi pemimpinnya Purbalingga," tukasnya.

Disinggung soal siapa yang nantinya akan mendapat rekomendasi atau tiket untuk turut berkonstestasi dalam Pilbup 2020 mendatang, Slamet tak bisa memastikan sekarang.

Meski Hidup Mewah, Begini Cara Inul Daratista Mendidik Anaknya

Nenek Penjual Sate di Dieng Ini Tunggui Pembeli Makan Meski Sudah Dibayar, Alasannya Bikin Tertegun

Sebut Kanker Mulut Rahim Pembunuh Wanita Nomor 1, Ini Pesan dr Boyke ke Bidan Purbalingga

Penambang Akui Tambang Galian C Lembah Silangit Purbalingga, tapi Tetap Dilanjut. Ini Alasannya

Menurut dia, soal rekomendasi itu domain pengurus partai di pusat.

Namun, ia menambahkan, melihat kebiasan PKB, pendaftaran balon bupati/wakil buoati ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), dilakukan di akhir waktu.

"Politik itu dinamis bisa cepat bisa akhir waktu. Kalau PKB biasanya melakukan pendaftaran ke KPU di akhir waktu," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved