Pilbup Purbalingga 2020, Slamet Sebut Koalisi Pelangi Masih Terbuka
Koalisi Pelangi guna menghadapi Pilbup Purbalingga 2020 saat ini beranggotakan 8 partai. Namun, tidak menutup kemungkinan komposisi ini akan berubah
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: yayan isro roziki
Laporan Wartawan Tribun Banyumas Rahdyan Trijoko Pamungkas
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Sejumlah bakal calon balon) bupati Purbalingga, telah mepaparkan visi dan misi mereka di kantor Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Purbalingga, Minggu (19/1/2020) kemarin.
Mereka memaparkan visi-misi di hadapan anggota 'Koalisi Pelangi'.
Para kandidat tersebut antara lain adalah Imam Maliki, Suparno, Sugeng, Muhammad Zulfan Fauzi, Agus Sarkoro, dan Ansori.
• Pembangunan Objek Wisata Lembah Silangit Purbalingga Jadi Tambang Gallian C. Ini Respon Warga
• Slamet Sebut Tak Ada Mahar Politik dalam Penjaringan Balon Bupati-Wakil Bupati Purbalingga
• Kisah Jalanan Rusak di Tungkep Purbalingga. Bupati Tiwi Terjatuh Hingga Warga yang Patah Tulang
• Kembali Heboh, Warga Dieng Temukan Bangunan Kuno Mirip Candi, Alief Ingat Peristiwa 10 Tahun Lalu
Koordinato Koalisi Pelangi, Slamet Wahidin, mengatakan saat ini ada delapan partai yang tergabung dalam koalisi pelangi.
Yaitu PKB, Gerindra, PKS, PAN, Partai Demokrat, Nasdem, Partai Hanura, dan Partai Berkarya.
Dikatakannya, tidak menutup kemungkinan anggota Kolaisi Pelangi akan bertambah.
• Asrama Ponpes Zam Zam Muhammadiyah Cilongok Terbakar. Ini Cerita Seorang Santri
Sehingga, ke depan masih ada kemungkinan anggota Koalisi Pelangi tidak hanya delapan partai yang saat ini ada.
"Saya atas nama koordinator koalisi, mengajak PDI-Perjuangan untuk ikut koalisi pelangi.
Begiu juga partai Golkar dan PPP," kata Slamet, yang juga merupakan Ketua DPC PKB Purbalingga ini.
• Bagaimana Kondisi Ponpes Zam Zam Cilongok Pascakebakaran? Simak Penjelasan Resmi Pengasuh
"Masyarakat Purbalingga ingin dipimpin bukan dari salah satu kelompok atau golongan, tapi jika terpilih nanti menjadi Bupatinya semua orang Purbalingga.
Mereka ingin bagaimana mengangkat pemimpin jadi pemimpinnya Purbalingga," tukasnya.
Disinggung soal siapa yang nantinya akan mendapat rekomendasi atau tiket untuk turut berkonstestasi dalam Pilbup 2020 mendatang, Slamet tak bisa memastikan sekarang.
• Meski Hidup Mewah, Begini Cara Inul Daratista Mendidik Anaknya
• Nenek Penjual Sate di Dieng Ini Tunggui Pembeli Makan Meski Sudah Dibayar, Alasannya Bikin Tertegun
• Sebut Kanker Mulut Rahim Pembunuh Wanita Nomor 1, Ini Pesan dr Boyke ke Bidan Purbalingga
• Penambang Akui Tambang Galian C Lembah Silangit Purbalingga, tapi Tetap Dilanjut. Ini Alasannya
Menurut dia, soal rekomendasi itu domain pengurus partai di pusat.
Namun, ia menambahkan, melihat kebiasan PKB, pendaftaran balon bupati/wakil buoati ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), dilakukan di akhir waktu.
"Politik itu dinamis bisa cepat bisa akhir waktu. Kalau PKB biasanya melakukan pendaftaran ke KPU di akhir waktu," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/slamet-wahidin.jpg)