Berita Cilacap
Prihatin Jual Beli Telur Penyu di Cilacap, Perangkat Desa Karangbenda Dirikan Konservasi Nagaraja
Iklan penjualan telur penyu temuan di pantai Cilacap membuat perangkat Desa Karangbenda Jumawan terjun ke dunia konservasi penyu.
Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: rika irawati
Ringkasan Berita:
- Prihatin melihat telur penyu diperjualbelikan di media sosial membuat perangkat Desa Karangbenda Cilacap Jumawan tergerak terjun melakukan penyelamatan.
- Dia pun mendirikan Kelompok Konservasi Penyu Nagaraja yang juga menjadi pusat edukasi bagi nelayan dan masyarakat.
- Kini, gerakannya membuat nelayan mulai sadar dan melapor saat menemukan penyu maupun telur penyu untuk diselamatkan.
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Hamparan pasir Pantai Sodong di Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menjadi saksi saat Jumawan memunguti satu per satu telur penyu.
Aksi ini menjadi bagian dari upaya Jumawan menyelamatkan satwa langka yang kini semakin jarang mendarat di pesisir selatan Jawa.
Pria sederhana yang sehari-hari bekerja sebagai perangkat Desa Karangbenda itu rajin memindahkan telur penyu ke dalam ember berisi pasir laut agar tetap aman hingga proses penetasan berlangsung.
Di mata warga pesisir, Jumawan bukan sekadar pecinta satwa, melainkan sosok yang konsisten menjaga kelestarian penyu sejak bertahun-tahun lalu.
Baca juga: Blue Green Action 2026: Kolaborasi PMII dan Komunitas Sapa Kasih Jaga Ekosistem Penyu Nagaraja
Padahal, usaha konservasi ini dilakukan menggunakan biaya pribadi.
“Kalau tidak ada yang peduli, lama-lama penyu di pantai selatan Cilacap bisa hilang,” kata Jumawan, Rabu (27/5/2026).
Tergugah saat Lihat Telur Penyu Dijual
Perjalanan Jumawan menjadi pegiat konservasi bermula dari kegelisahannya melihat praktik jual beli telur penyu yang marak ditawarkan secara terang-terangan melalui media sosial, beberapa tahun silam.
Keresahan itu kemudian mendorongnya mendirikan Kelompok Konservasi Penyu Nagaraja pada 2015, komunitas konservasi penyu pertama di Kabupaten Cilacap.
Sejak saat itu, Jumawan bersama relawan rutin melakukan patroli di sepanjang pesisir pantai selatan Cilacap yang dahulu dikenal sebagai jalur pendaratan berbagai jenis penyu untuk bertelur.
"Dulu, telur penyu sering diambil untuk dikonsumsi, bahkan dijual bebas lewat media sosial," ujar Jumawan.
Tekadnya menyelamatkan penyu semakin kuat saat menemukan unggahan penjualan ratusan telur penyu di internet hingga akhirnya ia mendatangi langsung rumah penjual tersebut pada malam hari.
"Waktu saya datang, dari 100 telur tinggal 50 butir, lalu saya beli semuanya supaya bisa diselamatkan," kata Jumawan.
Baca juga: Tambah Kereta Eksekutif, Daop 5 Guyur 1.650 Kursi dari Cilacap
Telur-telur penyu itu kemudian dibawanya menggunakan ember berisi pasir laut, sebelum dipindahkan ke lokasi penetasan semi alami yang dibuat secara sederhana di kawasan pesisir.
Dengan pengetahuan yang dipelajari secara otodidak, Jumawan menggali lubang sedalam sekitar 40 sentimeter agar telur-telur tersebut bisa menetas secara aman tanpa gangguan manusia maupun predator.
| Sapi Jumbo Peternak Cilacap Dibeli Rp 110 Juta untuk Kurban Presiden |
|
|---|
| Fakta atau Mitos Terowongan Bawah Laut yang Hubungkan Benteng Pendem dengan Nusakambangan |
|
|---|
| Padukan Barzanji, Calung, dan Wayang, Warga Bendagede Cilacap Rawat Tradisi Lewat Pertunjukan Seni |
|
|---|
| 20 Pelaku Curanmor di Cilacap Dibekuk, Beraksi di 10 Tempat Sepanjang Maret-Mei 2026 |
|
|---|
| 4 Dusun di Dayeuhluhur Cilacap Dikepung Tanah Gerak, 35 Rumah Ada di Bawah Retakan Mahkota Longsor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260527-koordinator-konservasi-penyu-nagaraja-cilacap-jumawan.jpg)