Kamis, 4 Juni 2026

Berita Cilacap

Prihatin Jual Beli Telur Penyu di Cilacap, Perangkat Desa Karangbenda Dirikan Konservasi Nagaraja

Iklan penjualan telur penyu temuan di pantai Cilacap membuat perangkat Desa Karangbenda Jumawan terjun ke dunia konservasi penyu.

Tayang:
Tribun Banyumas/Rayka Diah Setianingrum
SELAMATKAN PENYU - Koordinator Konservasi Penyu Nagara Cilacap Jumawan saat ditemui di Pantai Sodong, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (27/5/2026). 

"Kalau dibiarkan di pinggir pantai, takut diambil lagi atau dikonsumsi karena masih banyak yang percaya telur penyu bisa menambah stamina," ucapnya.

Upaya konservasi yang dirintis Jumawan sempat dilakukan dengan segala keterbatasan sebelum akhirnya mendapat perhatian dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Cilacap.

Ia pun aktif melaporkan setiap temuan penyu mendarat maupun telur yang ditemukan warga agar proses penyelamatan dapat dilakukan lebih cepat.

"Saya sampaikan ke BKSDA bahwa setiap tahun masih ada penyu yang mendarat di pantai Cilacap sehingga telurnya harus dijaga," tutur Jumawan.

Jadi Pusat Edukasi

Kini, Kelompok Konservasi Penyu Nagaraja telah berkembang menjadi tempat edukasi lingkungan yang ramai dikunjungi pelajar dan masyarakat untuk belajar tentang pelestarian satwa laut.

Bersama para relawan dan stakeholder, Jumawan juga rutin memberikan penyuluhan kepada anak-anak hingga nelayan agar semakin peduli terhadap keberadaan penyu di laut selatan Cilacap.

"Kami ingin, anak-anak punya kesadaran sejak dini kalau penyu harus dijaga karena mereka bagian penting dari ekosistem laut," kata Jumawan.

Perjuangan panjang itu perlahan membuahkan hasil setelah para nelayan mulai ikut membantu konservasi dengan melaporkan temuan telur penyu maupun induk penyu yang mendarat di pantai.

Dedikasi Jumawan menjaga kelestarian penyu bahkan membawanya bertemu Presiden ke-7 RI Joko Widodo saat kunjungan kerja di Cilacap untuk melepasliarkan tukik bersama anak-anak pesisir Adipala.

Bagi Jumawan, pelepasan tukik ke laut bukan sekadar seremoni, melainkan simbol harapan agar generasi muda terus menjaga alam yang diwariskan untuk masa depan. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved