Korban Banjir Grobogan Sudah Capai Dua Orang
Banjir yang melanda Kabupaten Grobogan, Jateng sudah menelan dua korban jiwa Mereka ialah Florentina Siti Haryatmi (68) dan Sutrisno (36).
TRIBUNBANYUMAS.COM, GROBOGAN - Banjir yang melanda Kabupaten Grobogan, Jateng sudah menelan dua korban jiwa.
Mereka ialah Florentina Siti Haryatmi (68) asal Desa Mojoagung, Kecamatan Karangrayung, Grobogan dan Sutrisno (36), warga Desa Rowosari, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan.
Florentina dilaporkan tewas terpeleset di dalam rumahnya yang kebanjiran, sedangkan Sutrisno tewas terseret banjir di areal persawahan setempat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan Endang Sulistyoningsih menyampaikan, hingga Jumat (10/1/2020) sore, banjir yang merendam 2.000 lebih rumah warga di tujuh kecamatan di Grobogan telah surut.
• 63 Rumah Warga di Ketanggungan Brebes Rusak Akibat Banjir Bandang
• Banjir di Kabupaten Grobogan Meluas, Fasilitas Kesehatan Turut Terendam
Ketujuh kecamatan itu yakni Penawangan, Karangrayung, Godong, Kedungjati, Tanggungharjo, Gubug, dan Tegowanu.
Banjir terakhir kali melimpas dan bertahan di wilayah Kecamatan Gubug.
Banjir yang diketahui mulai masuk ke permukiman sejak Kamis (9/1/2020) dini hari tersebut dipicu oleh tingginya intensitas hujan.
Hal itu menyebabkan beberapa tanggul sungai jebol hingga meluapnya sungai setempat.
"Hingga sore ini banjir yang masuk ke permukiman warga telah surut secara keseluruhan. Namun, banjir masih menggenangi areal persawahan."
"Aktivitas warga hari ini adalah bersih-bersih dengan dibantu sejumlah pihak termasuk TNI dan Polri," kata Endang saat dihubungi Kompas.com, Jumat.
Dijelaskannnya, dari tujuh kecamatan, genangan air paling lama membanjiri permukiman di wilayah Kecamatan Gubug.
Banjir merendam 12 desa yakni Desa Penadaran, Glapan, Ngroto, Trisari, Ginggangtani, Kuwaron, Papanrejo, Kunjeng, Rowosari, Gubug, Jeketro, dan Ringinharjo.
• Salurkan Bantuan Pemerintah, Anggota DPR RI Taufiq Ingin Kurangi Angka Pengangguran di Purbalingga
• Siap Mainkan Ucap Komisioner KPU Saat Mendapat Order Penetapan DPR
Akibat bencana tersebut, ada sekitar 30.000 orang terdampak banjir. Selain itu, ada ribuan hektar areal tanaman padi dan ribuan rumah warga yang tergenang.
"3 rumah warga hanyut, 9 rumah rusak berat, dan 19 rumah rusak ringan," ujar dia.
Sementara itu, upaya perbaikan tanggul sungai yang jebol di sejumlah titik masih terus dilakukan. Di antaranya 2 titik di Desa Glapan, 4 titik di Desa Ngroto, 2 titik di Desa Trisari, 1 titik di Desa Papanrejo, dan 1 titik tanggul jebol di Desa Ringinharjo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/tim-sar-gabungan-menyisir-keberadaan-sutrisno-36-warga-desa-rowosari.jpg)