Jaga Pola Makan Saat Liburan : Ini Risiko Penyakit yang Bisa Menghampiri
Libur Natal dan tahun baru akan segera datang. Seiring dengan libur panjang mengkonsumsi makanan yang berlebihan biasanya mengiringi.
Dengan kata lain, konsumsi makanan dan minuman manis dapat membuat seseorang ingin terus makan dan minum.
Hal Ini tentu berpotensi menyebabkan penambahan berat badan.
Selain itu, makan banyak makanan yang dimaniskan maupun minum banyak minuman yang dimaniskan dengan gula dikaitkan erat dengan peningkatan jumlah lemak visceral.
Lemak visceral adalah sejenis lemak perut yang erat kaitannya dengan pemicu penyakit diabetes.
2. Risiko penyakit jantung
Bukti menunjukkan bahwa konsumsi tinggi gula dapat menyebabkan obesitas, peradangan dan trigliserida tinggi, hingga gula darah dan tekanan darah tinggi.
Semua itu adalah faktor risiko penyakit jantung. Selain itu, terlalu banyak mengonsumsi gula, terutama dari minuman yang dimaniskan, telah dikaitkan dengan aterosklerosis, yakni penyakit yang ditandai oleh deposit lemak yang menyumbat arteri.
Sebuah studi yang melibatkan 30.000 orang lebih menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi 17-21 persen kalori dari gula tambahan memiliki risiko 38 persen lebih besar meninggal akibat penyakit jantung.
Persentase itu lebih tinggai dibandingkan dengan mereka yang hanya mengonsumsi 8 persen kalori dari gula tambahan.
3. Muncul masalah jerawat
Konsumsi tinggi karbohidrat olahan, termasuk makanan dan minuman manis, telah dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena jerawat.
Makanan dengan indeks glikemik tinggi, seperti permen olahan dapat meningkatkan gula darah seseorang lebih cepat daripada makanan dengan indeks glikemik lebih rendah.
Makan makanan manis terbukti bisa cepat meningkatkan kadar gula dan insulin dalam darah sehingga menyebabkan peningkatan sekresi androgen, yakni produksi minyak dan peradangan yang memicu berkembangnya jerawat.
4. Meningkatkan risiko terkena kanker
Mengonsumsi gula dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan risiko terkena kanker tertentu.