Jaga Pola Makan Saat Liburan : Ini Risiko Penyakit yang Bisa Menghampiri

Libur Natal dan tahun baru akan segera datang. Seiring dengan libur panjang mengkonsumsi makanan yang berlebihan biasanya mengiringi.

Editor: Rival Almanaf
KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA
Menu makanan Natal dan Tahun Baru Novotel Tangerang 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Libur Natal dan tahun baru akan segera datang. Seiring dengan libur panjang mengkonsumsi makanan yang berlebihan biasanya mengiringi.

Terlebih saat Natal umat kristiani dan nasrani di Indonesia biasanya akan mewarnai Natal dengan menyediakan bermacam makanan.

Banyak keluarga akan menyajikan hidangan untuk kerabat di meja tamu maupun makanan besar guna disantap bersama-sama di meja makan.

Beberapa makanan khas yang biasanya muncul saat Natal, antara lain ginger bread atau roti jahe, roasted turkey, yorkshire puding, pie apel, fruity stolen cake, cheese cake, roast beef, saus kranberi, hingga smoke salmon.

Selain itu, besar kemungkinan juga akan tersaji di rumah-rumah berbagai minuman segar nan manis, seperti soda, jus, sirup, teh, dan lain sebagainya.

Semua makanan dan minuman itu tentu baik apabila dikonsumsi secara bijak.

Namun juga sebaliknya, apabila makanan dan minuman dikonsumsi secara berlebihan akan berisiko menimbulkan masalah kesehatan.

Terlebih, beberapa jenis makanan dan minuman yang kerap ditemui saat perayaan Natal bersifat manis.

Melansir dari Health Line, ada beberapa risiko yang bisa dialami seseorang apabila terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula.

Berikut ini bahayanya:

1. Terserang obesitas

Konsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula menjadi penyebab utama seseorang bisa mengalami obesitas.

Makanan yang dicampur dengan gula maupun minuman yang dimaniskan dengan gula, seperti soda, jus, dan teh manis diketahui mengandung fruktosa, sejenis gula sederhana.

Mengkonsumsi fruktosa ini dapat meningkatkan rasa lapar dan keinginan untuk memakan makanan dari glukosa, jenis gula utama yang ditemukan dalam makanan bertepung.

Selain itu, konsumsi fruktosa yang berlebihan dapat menyebabkan resistensi terhadap leptin, hormon penting yang mengatur rasa lapar dan memberitahu tubuh untuk berhenti makan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved