Kamis, 18 Juni 2026

Orator Perempuan PMII Ejek Polisi Bersenjata Takut Api Ban Bekas

Mahasiswa PMII gelar demo dan bakar ban di depan Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Rabu (17/6/2026). Aksi bubar damai meski diwarnai asap.

Tayang:
Tribun Banyumas/Reza Gustav Pradana
PEMBAKARAN - Massa mahasiswa dari PMII Semarang Raya melakukan aksi membakar ban bekas dan atribut peraga saat demonstrasi di depan gerbang Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Rabu (17/6/2026) petang. Aksi simbolik ini dipadamkan oleh aparat kepolisian menggunakan APAR guna menjaga situasi tetap kondusif. 

Untuk mengamankan jalannya demonstrasi kali ini, kepolisian menerjunkan kekuatan penuh dengan mengerahkan sekitar 1.000 personel gabungan yang berasal dari jajaran Polda Jawa Tengah dan Polrestabes Semarang.

Selain melakukan pengamanan secara terbuka, polisi menyatakan terus mengedepankan pendekatan persuasif melalui pengerahan personel intelijen, anggota Bhabinkamtibmas, serta merangkul berbagai elemen masyarakat agar aksi tetap berlangsung dengan damai.

"Intel sudah masuk untuk menggalang mahasiswa agar menyampaikan aspirasi ini dengan tertib dan juga dengan santun," ujarnya.

Aksi unjuk rasa yang dikomandoi oleh PMII Kota Semarang tersebut tercatat membawa delapan poin tuntutan utama kepada pemerintah pusat.

Massa secara tajam menyoroti persoalan pemulihan ekonomi nasional, rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), penegakan supremasi sipil, revisi Undang-Undang Polri dan Undang-Undang TNI, desakan pengesahan UU Perampasan Aset, evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) beserta program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, pelaksanaan reforma agraria, hingga tuntutan penghentian tindakan represif aparat kepolisian terhadap masyarakat sipil.

Ketua Umum PC PMII Kota Semarang, Muhammad Afiq Nur Cahaya, mengklaim bahwa aksi tersebut riilnya diikuti oleh sekitar 400 mahasiswa yang berasal dari 10 perguruan tinggi berbeda di wilayah Semarang Raya. Menurut dia, gelombang demonstrasi tidak akan pernah berhenti apabila pihak pemerintah tidak kunjung membuka ruang dialog publik.

"Apabila pada sore hari ini kita tidak mendapat ruang untuk berdialog dan menyampaikan aspirasi, maka nantikan saja beberapa hari atau minggu ke depan kami akan melakukan gebrakan selanjutnya. Kami akan melakukan aksi yang mungkin lebih besar lagi," katanya mengancam.

Berbeda dengan demonstrasi mahasiswa di lokasi yang sama pada Senin (15/6/2026) lalu, aksi protes kali ini tercatat berakhir lebih cepat dan terpantau jauh lebih kondusif. Tidak terlihat adanya pengerahan kendaraan taktis pendesak massa jenis RAISA yang biasanya digunakan untuk mengurai kerumunan seperti pada pengamanan aksi sebelumnya.

Massa mahasiswa membubarkan diri secara mandiri sekitar pukul 18.20 WIB setelah seluruh penyampaian tuntutan selesai dilakukan. Sementara itu, petugas kebersihan di lokasi langsung bergerak mulai membersihkan sisa-sisa serbuk APAR putih, tumpukan abu pembakaran ban, dan sampah yang berserakan di depan gerbang Kantor Gubernur Jawa Tengah. (rez/arl)

 

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
1 - 0
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
Live
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved