Orator Perempuan PMII Ejek Polisi Bersenjata Takut Api Ban Bekas
Mahasiswa PMII gelar demo dan bakar ban di depan Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Rabu (17/6/2026). Aksi bubar damai meski diwarnai asap.
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: Daniel Ari Purnomo
Untuk mengamankan jalannya demonstrasi kali ini, kepolisian menerjunkan kekuatan penuh dengan mengerahkan sekitar 1.000 personel gabungan yang berasal dari jajaran Polda Jawa Tengah dan Polrestabes Semarang.
Selain melakukan pengamanan secara terbuka, polisi menyatakan terus mengedepankan pendekatan persuasif melalui pengerahan personel intelijen, anggota Bhabinkamtibmas, serta merangkul berbagai elemen masyarakat agar aksi tetap berlangsung dengan damai.
"Intel sudah masuk untuk menggalang mahasiswa agar menyampaikan aspirasi ini dengan tertib dan juga dengan santun," ujarnya.
Aksi unjuk rasa yang dikomandoi oleh PMII Kota Semarang tersebut tercatat membawa delapan poin tuntutan utama kepada pemerintah pusat.
Massa secara tajam menyoroti persoalan pemulihan ekonomi nasional, rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), penegakan supremasi sipil, revisi Undang-Undang Polri dan Undang-Undang TNI, desakan pengesahan UU Perampasan Aset, evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) beserta program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, pelaksanaan reforma agraria, hingga tuntutan penghentian tindakan represif aparat kepolisian terhadap masyarakat sipil.
Ketua Umum PC PMII Kota Semarang, Muhammad Afiq Nur Cahaya, mengklaim bahwa aksi tersebut riilnya diikuti oleh sekitar 400 mahasiswa yang berasal dari 10 perguruan tinggi berbeda di wilayah Semarang Raya. Menurut dia, gelombang demonstrasi tidak akan pernah berhenti apabila pihak pemerintah tidak kunjung membuka ruang dialog publik.
"Apabila pada sore hari ini kita tidak mendapat ruang untuk berdialog dan menyampaikan aspirasi, maka nantikan saja beberapa hari atau minggu ke depan kami akan melakukan gebrakan selanjutnya. Kami akan melakukan aksi yang mungkin lebih besar lagi," katanya mengancam.
Berbeda dengan demonstrasi mahasiswa di lokasi yang sama pada Senin (15/6/2026) lalu, aksi protes kali ini tercatat berakhir lebih cepat dan terpantau jauh lebih kondusif. Tidak terlihat adanya pengerahan kendaraan taktis pendesak massa jenis RAISA yang biasanya digunakan untuk mengurai kerumunan seperti pada pengamanan aksi sebelumnya.
Massa mahasiswa membubarkan diri secara mandiri sekitar pukul 18.20 WIB setelah seluruh penyampaian tuntutan selesai dilakukan. Sementara itu, petugas kebersihan di lokasi langsung bergerak mulai membersihkan sisa-sisa serbuk APAR putih, tumpukan abu pembakaran ban, dan sampah yang berserakan di depan gerbang Kantor Gubernur Jawa Tengah. (rez/arl)
| Sindir MBG Dipegang Elite, Mahasiswa UIN Kudus Siap Aksi Turun ke Jalan |
|
|---|
| Demo Mahasiswa di Semarang Terus Berlanjut, Soroti MBG dan Masuknya TNI ke Ranah Sipil |
|
|---|
| Pemerintah Ngotot Pertahankan MBG, Qodari : Emang Balita Suruh Berhenti Makan? |
|
|---|
| Mahasiswa hingga Muhammadiyah Minta MBG Disetop, Pemerintah Masih Ngeyel |
|
|---|
| Kawal Uang Negara, BEM UMP Buka Posko Aduan MBG dan KDMP |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260617-pmii-semarang-raya-bakar-ban.jpg)