Sempat Berada di Kolong Truk, Pembonceng Astrea Meninggal di Baruna
Kecelakaan maut antara truk tronton tanah dan Honda Astrea di Baruna Semarang menewaskan seorang pembonceng saat gerimis, Senin (25/5).
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Kecelakaan maut terjadi di Jalur Arteri Utara Yos Sudarso (Baruna), Semarang, melibatkan truk tronton BM 8350 EU dan Honda Astrea, Senin (25/5/2026) petang.
- Seorang pembonceng motor tewas di lokasi setelah sempat masuk kolong truk, sementara pengendara luka ringan.
- Kondisi jalan saat kejadian sedang gerimis, minim penerangan, dan bergelombang.
- Relawan menyarankan adanya pembuatan jalur khusus pemotor di kawasan rawan tersebut.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Insiden kecelakaan lalu lintas maut dilaporkan terjadi di kawasan Jalur Arteri Utara Yos Sudarso, tepatnya di sekitar area Baruna, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, pada Senin (25/5/2026) petang hari.
Peristiwa nahas yang pecah di perlintasan jalur Pantura tersebut melibatkan benturan keras antara sebuah unit truk tronton jenis bak terbuka bermuatan tanah dengan nomor pelat kendaraan BM 8350 EU melawan sebuah sepeda motor lawas Honda Astrea.
Akibat dari adanya musibah kecelakaan maut tersebut, satu orang yang bertindak sebagai pembonceng dari sepeda motor dilaporkan meninggal dunia secara langsung di lokasi kejadian perkara. Sementara itu, untuk kondisi sang pengendara sepeda motor dikonfirmasi selamat dan hanya mengalami luka-luka ringan pada tubuhnya.
Baca juga: Bukan karena Mistis, Tiga Orang Tewas Akibat Kecelakaan di Jalur Ajibarang- Pekuncen Banyumas
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi kejadian, kondisi unit sepeda motor Honda Astrea yang terlibat dalam insiden kecelakaan tersebut tampak mengalami tingkat kerusakan fisik yang sangat parah. Kendaraan roda dua yang ringsek itu kemudian langsung diangkut oleh petugas ke atas bak mobil pikap operasional milik Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang.
Dari kompilasi informasi yang berhasil dihimpun oleh awak media di area lapangan, posisi tubuh dari korban yang meninggal dunia tersebut sempat terjebak berada di area bawah kolong truk tronton, sebelum pada akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim relawan gabungan bersama tim tenaga medis.
“Korban dinyatakan meninggal, kami ikut membantu proses evakuasi dan mengatur lalu lintas,” ujar salah seorang personel relawan dari Sarda Jateng, Eryadimas saat ditemui secara langsung di lokasi kejadian perkara.
Jalannya proses evakuasi tubuh korban dan kendaraan tersebut sempat mengakibatkan laju arus kendaraan yang melintas di jalur arteri tersebut menjadi tersendat merayap. Hingga memasuki sekitar pukul 19.00 WIB malam, unit truk tronton bermuatan tanah itu terpantau masih tertahan di lokasi kejadian sebelum akhirnya resmi meninggalkan tempat kejadian perkara setelah urusan evakuasi klir.
Saat peristiwa kecelakaan maut itu berlangsung, potret kondisi cuaca di seputaran kawasan Semarang Utara dilaporkan sedang diguyur hujan dengan intensitas ringan alias gerimis. Kondisi permukaan aspal jalanan pun terlihat basah licin, ditambah dengan fasilitas kondisi penerangan lampu jalan yang dinilai kurang maksimal atau redup.
Menurut penuturan dari Eryadimas, area kawasan jalan arteri tersebut selama ini memang dikenal sepi dan kerap kali menelan korban kecelakaan lalu lintas, terlebih utamanya bagi para pengendara roda dua atau motor yang melintas pada waktu malam hari.
“Kritik saya, jalan di sini rawan kecelakaan. Penerangan kurang, jalan bergelombang, kasihan para pekerja yang naik motor lewat sini. Saya usul jalan ini diberi jalur khusus pemotor, ada jalur cepat ada jalur lambat,” kata dia menyampaikan keluh kesah serta sarannya di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, faktor penyebab pasti di balik peristiwa kecelakaan maut tersebut dilaporkan masih berada di dalam proses penyelidikan intensif oleh jajaran pihak kepolisian terkait. Aparat penegak hukum dari Satlantas masih terus melakukan pendalaman mendalam guna mengungkap kronologi riil maupun faktor utama yang memicu terjadinya insiden maut tersebut. (rez)
| Bukan karena Mistis, Tiga Orang Tewas Akibat Kecelakaan di Jalur Ajibarang- Pekuncen Banyumas |
|
|---|
| Gegara Isu Tusuk Sate Bekas Dipakai Ulang, Warung Sate Padang di Gajahmada Semarang Sepi |
|
|---|
| Zonk di Empat Titik Sampel, Lapak Hewan Kurban Semarang Minim SKKH |
|
|---|
| Belum Sempat Divaksin, Satu Anakan Sapi di Ngaliyan Mati Diduga PMK |
|
|---|
| PNS Kendal Tewas Kecelakaan di Mijen Semarang, Pikap Plat Merah yang Dikendarai Tabrak Tiang Reklame |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260525-petugas-satlantas-polrestabes-semarang-periksa-lokasi-kecelakaan-maut-arteri-yos-sudarso.jpg)