Banyumas
Sambil Karaoke Keliling, Warga Banjaranyar Banyumas Demo Tuntut Kades
Ratusan warga Banjaranyar, Pekuncen, Banyumas demo tuntut Kades Robi Wibowo mundur, Senin (11/5). Aksi damai ini diwarnai hiburan karaoke.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Ratusan warga Banjaranyar gelar unjuk rasa tuntut Kades Robi Wibowo mundur, Senin (11/5/2026).
- Aksi massa ini diwarnai orasi keliling hingga hiburan karaoke lewat pengeras suara.
- Warga membawa 14 poin tuntutan, mulai dari pajak, kolam mangkrak, hingga curi genteng.
- Kades Robi menghormati aksi warganya, namun dengan tegas membantah seluruh tuduhan.
- Saat ini Kades mengaku tengah fokus membenahi pendataan pajak desa periode 2010-2025.
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Gelombang protes terhadap Kepala Desa (Kades) Banjaranyar, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, akhirnya memuncak pada Senin (11/5/2026).
Ratusan warga tampak memadati area depan Balai Desa Banjaranyar sambil menggelar aksi damai. Mereka menuntut secara tegas agar sang Kepala Desa, Robi Wibowo, segera mundur dari jabatannya.
Menariknya, aksi massa ini sama sekali tidak berlangsung ricuh. Warga justru mengemas jalannya demonstrasi dalam bentuk orasi keliling yang diselingi dengan hiburan karaoke menggunakan pengeras suara untuk mengiringi jalannya aksi.
Baca juga: Hilang Kepercayaan, Warga Banjaranyar Banyumas Tuntut Kades Mundur
"Kami menolak Robi Wibowo sebagai Kepala Desa Banjaranyar. Mundur! Mundur! Mundur!" teriak Frio secara berulang di hadapan massa yang memadati jalan.
Dalam aksi unjuk rasa tersebut, warga juga tampak membentangkan sejumlah spanduk berisi rentetan tuntutan. Mereka turut membeberkan sedikitnya 14 poin persoalan krusial yang dinilai menjadi alasan paling kuat untuk mendesak kepala desa turun takhta.
Secara umum, warga menilai pola kepemimpinan kepala desa selama ini sangat tidak efektif. Selain itu, muncul berbagai dugaan ketidaksesuaian dalam pengelolaan pajak Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta dugaan praktik pungutan liar pada pendaftaran program MBG.
Massa turut menyoroti ketidakjelasan jumlah dana yang masuk dari hasil penyewaan pasar malam, dugaan praktik jual beli tanah garapan dan pemotongan tanah kas desa, hingga munculnya tagihan senilai Rp40 juta dari pihak Inspektorat Kabupaten.
Tak hanya berhenti di situ, mandeknya pembangunan proyek kolam renang desa yang berhenti tanpa kejelasan anggaran, serta fasilitas lapangan desa yang dibiarkan terbengkalai, turut menjadi sorotan tajam warga.
Keluhan lain yang tak luput disampaikan massa yakni terkait membengkaknya tagihan PDAM yang dianggap membebani ekonomi masyarakat, serta dugaan penyaluran dana beras Polsek yang dirasa tidak tepat sasaran.
Selain menyoroti persoalan tata kelola pemerintahan formal, warga juga menyinggung isu personal yang disebut-sebut telah mencederai norma-norma sosial di lingkungan masyarakat.
Atas berbagai rentetan persoalan pelik tersebut, warga mendesak Bupati Banyumas agar segera turun tangan dan mengambil tindakan tegas terhadap Kepala Desa Banjaranyar. Mereka secara sepakat menilai bahwa kepala desa telah melanggar etika norma serta aturan perundang-undangan yang berlaku.
Usai merasa puas menyampaikan orasi aspirasi di depan gedung Balai Desa, sebanyak lima perwakilan warga akhirnya diperbolehkan masuk untuk melakukan audiensi dengan pihak perwakilan pemerintah desa.
Namun, proses audiensi tingkat desa tersebut berlangsung secara tertutup rapat, dan awak media sama sekali tidak diperkenankan untuk meliput jalannya pertemuan di dalam ruangan.
Menanggapi besarnya tuntutan dari warga, Kepala Desa Banjaranyar, Robi Wibowo, menyatakan bahwa pihaknya sangat menghormati aksi unjuk rasa tersebut karena itu murni merupakan hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasinya secara demokratis.
"Kita menghargai aksi tersebut karena mereka adalah warga kami dan itu hak mereka untuk menuntut apa saja," kata Robi Wibowo memberikan keterangan resmi kepada Tribunbanyumas.com.
| Bunyi Gemeretak Dini Hari, Kantin SMK Muhammadiyah 1 Purwokerto Ludes |
|
|---|
| Cari Kebaikan, Pengusaha Beli Perkutut Gunung Slamet Rp70 Ribu |
|
|---|
| Incar Pajak Homestay dan Hiburan, DPRD Banyumas Beri Catatan LKPJ 2025 |
|
|---|
| Syuting FTV di Baturraden, Eza Gionino cs Pamerkan Pesona Sendang Mulya |
|
|---|
| Kunci Menggantung di Kos Ledug, Motor Genio Mahasiswi Digasak Pria Sokaraja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260511-demo-banjaranyar.jpg)