Tragedi Warung Bakso Pak Sidiq, 5 Pembacok Siswa SMK Ditangkap
Polres Kudus amankan 5 pelaku pembacokan dua siswa SMKN 2 Kudus. Penyidikan ekstra hati-hati karena pelaku masih di bawah umur.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Polres Kudus menyelidiki kasus pembacokan dua siswa SMKN 2 Kudus yang terjadi pada Jumat (8/5/2026).
- Sebanyak lima dari enam pelaku dilaporkan telah berhasil ditangkap.
- Kejadian ini bermula dari tawuran yang melibatkan tiga SMK di Kudus pada Senin (4/5/2026).
- Pelaku beraksi bonceng tiga menggunakan motor dan membacok korban di depan Warung Bakso Pak Sidiq.
- Kepolisian sangat mengedepankan hak asasi anak dalam proses penyidikan hukumnya.
TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Jajaran Polres Kudus hingga saat ini masih terus melakukan upaya penyelidikan dan pendalaman berkaitan dengan peristiwa pembacokan sadis yang menimpa dua siswa SMKN 2 Kudus.
Kepolisian merasa perlu ekstra cermat dalam menangani kasus ini sebab para pelaku dalam insiden berdarah tersebut diduga kuat masih tergolong anak-anak di bawah umur.
Wakapolres Kudus, Kompol Rendi Johan Prasetyo, menegaskan komitmen pihaknya dalam menjaga prosedur hukum yang berpihak pada perlindungan anak.
Baca juga: Tragedi Berdarah di Srondol Wetan: Penjaga Toko Buah Ngamuk, Tiga Orang Jadi Korban Pembacokan
“Beri waktu kami dulu. Saya yakin teman-teman sudah pada memonitor. Insyaallah sesegera mungkin akan kami sampaikan. Kami hormati betul proses yang kami laksanakan berupa penyidikan dan menyangkut anak-anak. Kami jaga betul hak asasi anak-anak, berharapnya proses hukum ini berjalan namun secara sosial kami tangani lebih baik,” kata Kompol Rendi saat memberikan keterangan, Senin (11/5/2026).
Lebih lanjut, Rendi mengatakan bahwa jajarannya saat ini tengah menangani rentetan peristiwa yang terjadi pada tanggal 4 dan 8 Mei 2026.
Dalam insiden awal pada 4 Mei 2026 tersebut, sempat pecah insiden tawuran antarpelajar yang melibatkan tiga institusi SMK berbeda di wilayah Kudus.
Kemudian puncaknya, pada 8 Mei 2026 terjadi insiden pembacokan yang menimpa dua orang siswa SMKN 2 Kudus.
Keduanya menjadi korban penganiayaan brutal menggunakan senjata tajam di wilayah Desa Rejosari, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.
Terkait kronologi kejadian, Kapolsek Dawe AKP Jajang Wiwoko mengatakan, peristiwa penganiayaan menggunakan senjata tajam tersebut berlangsung pada hari Jumat, 8 Mei 2026, sekitar pukul 11.00 siang.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari pihak korban, jumlah pelaku diduga mencapai sebanyak enam orang.
Para pelaku beraksi dengan mengendarai dua unit sepeda motor, di mana masing-masing motor tersebut dinaiki oleh tiga orang sekaligus secara berboncengan.
Jajang melanjutkan, korban pertama menderita penganiayaan tak lama sebelum tiba di pertigaan Pohdengkol, Desa Rejosari.
Kawanan pelaku yang tiba-tiba datang mendekat dari sisi kiri langsung mengayunkan senjata tajam dengan beringas hingga melukai bagian lengan kiri dan punggung korban.
Hanya berselang waktu singkat, korban kedua rupanya juga mengalami nasib serupa di lokasi yang berbeda namun berada tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) pertama, tepatnya di depan area Warung Bakso Pak Sidiq.
Akibat rangkaian peristiwa kelam tersebut, korban pertama menderita luka sobek parah sehingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat.
| Meriahnya Festival Balon Udara di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Warga: Kurang Lama |
|
|---|
| Teror Sajam di Dawe Kudus: Dua Remaja Dibacok Geng Motor di Lokasi Berbeda, Polisi Buru 6 Pelaku |
|
|---|
| PB Djarum Gelar Audisi Umum Atlet Bulutangkis 2026 di Kudus, Pekanbaru dan Makassar |
|
|---|
| Ngeri, Baru Empat Bulan Penerimaan Bea Cukai Kudus Tembus Rp 12,65 Triliun |
|
|---|
| Polisi Gerebek Rumah Penjual Miras Berkedok Es Moni di Undaan Kudus, Temukan Anggur Hingga Congyang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260511-wakapolres-kudus-rendi-johan.jpg)