Rabu, 15 April 2026

Brebes

Rumah Petani Cilibur Tersambar Petir, Kaca Pecah Listrik Padam

Sebuah rumah milik petani di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Brebes, hancur di bagian jendela akibat tersambar petir saat hujan lebat

GEMINI AI
Ancaman Cuaca Ekstrem, Ilustrasi kondisi sebuah rumah milik warga yang mengalami kerusakan pada bagian jendela dan instalasi listrik akibat tersambar petir di Dukuh Cipajeg, Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Sabtu (4/4/2026) siang. 

Ringkasan Berita:
  • Hujan deras disertai petir melanda Paguyangan, Brebes pada Sabtu (4/4/2026) siang. 
  • Sebuah rumah milik Naklan, petani di Desa Cilibur tersambar petir saat seluruh keluarga berada di dalam. 
  • Meski kaca jendela hancur berserakan dan listrik padam, beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. 
  • Kades setempat telah mengecek lokasi. 
  • Kapolsek Paguyangan mengimbau warga mencabut alat elektronik dan menjauhi jendela saat cuaca ekstrem demi keselamatan jiwa.

TRIBUNBANYUMAS.COM, BREBES - Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Brebes bagian selatan nyaris memakan korban jiwa.

Pada Sabtu (4/4/2026) siang bolong, kilatan petir menyambar sebuah rumah sederhana milik seorang petani bernama Naklan, yang berlokasi di Dukuh Cipajeg RT 04 RW 02, Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan.

Musibah mengerikan ini terjadi sekitar pukul 12.00 WIB.

Baca juga: Kronologi Sapi Tewas Tersambar Petir di Kebumen

Saat itu, hujan deras yang disertai angin kencang dan gemuruh petir tengah menyelimuti kawasan tersebut.

Tiba-tiba, suara ledakan keras terdengar menyambar bangunan rumah Naklan.

Padahal, saat insiden berlangsung, sang pemilik rumah beserta seluruh anggota keluarganya tengah berlindung di dalam.

Beruntung, keajaiban masih memihak keluarga petani tersebut.

Seluruh penghuni rumah dinyatakan selamat dari maut tanpa mengalami luka berarti.

Kendati demikian, hantaman energi petir yang sangat dahsyat membuat instalasi listrik di rumah itu korslet dan langsung padam total.

Sejumlah kaca jendela juga hancur berantakan hingga serpihannya berserakan di lantai.

Kepala Desa Cilibur, Nur Rohman, membenarkan adanya tragedi yang mengejutkan warganya tersebut.

Pihak pemerintah desa langsung merespons cepat dengan turun ke lokasi kejadian untuk memberikan dukungan psikologis dan mendata kerusakan hunian warganya.

“Ya itu kejadian pas hujan dan bagian jendela rumah rusak,” tuturnya membenarkan.

Menyikapi ancaman cuaca yang tidak menentu, Kapolsek Paguyangan, AKP Tasudin, memberikan imbauan krusial kepada masyarakat luas.

Ia meminta warga untuk tidak meremehkan potensi bahaya saat hujan lebat yang diiringi kilat mulai turun.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved