Sabtu, 9 Mei 2026

Semarang

Tali Pusar Terputus Paksa, Mayat Bayi Gegerkan Warga Bancak

Warga Dusun Gunung, Desa Boto, Kecamatan Bancak, digegerkan dengan penemuan mayat bayi perempuan penuh luka di aliran Sungai Senjoyo

Tayang:
Tribun Banyumas/Eka Yulianti Fajlin
OLAH TKP PENEMUAN BAYI: Petugas kepolisian dari jajaran Polres Semarang saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penemuan mayat bayi perempuan di aliran Sungai Senjoyo, Dusun Gunung, Desa Boto, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, Selasa (17/3/2026) pagi. Bayi nahas yang ditemukan penuh luka di dada kanan tersebut kini dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk diautopsi guna memburu pelaku pembuangan. 
Ringkasan Berita:
  • Warga Desa Boto, Kecamatan Bancak, digegerkan oleh penemuan mayat bayi perempuan di tumpukan kayu Sungai Senjoyo saat tengah mencari ikan.
  • Bayi malang tersebut diduga baru saja dilahirkan dan diperkirakan sudah meninggal dunia sejak satu hingga tiga hari sebelum ditemukan.
  • Ditemukan luka di dada kanan dan tali pusar terputus paksa; jasad korban kini dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk diautopsi.

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Warga Dusun Gunung, Desa Boto, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, digegerkan dengan penemuan mayat bayi berjenis kelamin perempuan di aliran Sungai Senjoyo, Selasa (17/3/2026).

Cari Ikan Sungai

Penemuan mayat tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 06.30 WIB oleh warga setempat bernama Liman (61).

Baca juga: Pikap Rombongan Penjenguk Bayi Terguling di Kebumen, 3 Meninggal

Saat itu, saksi hendak mencari ikan serta mengumpulkan kelapa yang hanyut di aliran sungai.

Saat berada di pinggiran sungai, saksi terkejut melihat sesosok bayi tersangkut di tengah tumpukan kayu yang terbawa arus air.

Lapor Perangkat Dusun

Mengetahui hal ganjil tersebut, saksi segera kembali ke rumah untuk melaporkan kejadian itu kepada perangkat dusun setempat.

Bersama tetangganya, Dwiki Supriyanto (26), saksi kembali ke lokasi guna memastikan temuan tersebut.

Setelah dipastikan bahwa bayi tersebut telah dalam kondisi meninggal dunia, kejadian nahas itu langsung dilaporkan kepada jajaran Polsek Bringin.

Olah Tempat Kejadian

Sekitar pukul 08.00 WIB, Kapolsek Bringin, AKP Sudaryono, bersama jajaran tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pihaknya turut berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Semarang dan tenaga medis dari Puskesmas Bancak.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal oleh tim medis dan Inafis, bayi berjenis kelamin perempuan tersebut diperkirakan berusia dalam kandungan sekitar 9 bulan atau baru saja dilahirkan.

Luka Bagian Dada

"Pemeriksaan awal, bayi diperkirakan berusia 9 bulan dalam kandungan atau diperkirakan baru lahir, dengan panjang sekitar 48 cm dan berat kurang lebih 1,5 kilogram. Bayi diduga meninggal dunia sekitar 1 hingga 3 hari sebelum ditemukan," ungkap AKP Sudaryono.

Selain itu, petugas menemukan kondisi tali pusar bayi terputus tanpa adanya tindakan medis standar. Tidak ditemukan plasenta di sekitar lokasi, serta terdapat luka yang mencurigakan pada bagian dada sebelah kanan tubuh korban.

Evakuasi Rumah Sakit

AKP Sudaryono menyampaikan, pihaknya telah melakukan sejumlah tindakan penanganan pertama, di antaranya mengumpulkan keterangan saksi-saksi di lapangan hingga berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Semarang untuk proses identifikasi.

"Korban telah kami evakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian secara pasti," tuturnya.

Buru Pelaku Pembuangan

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas kejadian pembuangan bayi tersebut.

Polisi juga mengimbau kepada masyarakat luas, apabila ada yang mengetahui informasi terkait peristiwa ini—seperti adanya warga yang sebelumnya hamil namun tiba-tiba kehilangan bayinya—agar tidak takut dan segera melaporkannya kepada pihak berwajib. (eyf)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved