Senin, 27 April 2026

Banyumas

H-10 Lebaran, Harga Sembako Pasar Manis Purwokerto Melonjak

Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Manis Purwokerto, Kabupaten Banyumas, terpantau melonjak signifikan pada H-10 Lebaran

Tribun Banyumas/Fajar Bahruddin Achmad
HARGA SEMBAKO MELONJAK: Seorang pedagang toko sembako saat menunjukkan stok beras jualannya di Pasar Manis Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa (10/3/2026). Memasuki H-10 Lebaran 2026, harga sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan kacang tanah terpantau mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. 
Ringkasan Berita:
  • Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, harga sejumlah sembako seperti beras, minyak goreng, gula, dan kacang tanah di Pasar Manis Purwokerto mengalami kenaikan.
  • Harga minyak goreng curah menembus Rp 22.000 per kilogram, sementara beras premium bermerek mencapai Rp 18.000 per kilogram.
  • Lonjakan harga kebutuhan pokok ini diakui pedagang cukup memengaruhi daya beli masyarakat, yang terlihat dari masih sepinya pembeli beras zakat.

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Sejumlah harga kebutuhan bahan pokok (sembako) terpantau mengalami tren kenaikan pada H-10 menjelang Lebaran di Pasar Manis Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa (10/3/2026).

Beberapa komoditas sembako yang mengalami lonjakan harga cukup signifikan di antaranya adalah beras, minyak goreng, gula pasir, kacang tanah, cabai, dan daging sapi.

Harga Minyak Melonjak

Baca juga: Adisatrya Bagikan 300 Sembako untuk Perantau Banyumas-Cilacap

Pedagang sembako di Pasar Manis, Dewi Anggraini (40) mengatakan, bahan sembako yang saat ini sedang naik cukup tinggi adalah minyak goreng.

Harga minyak curah dibanderol seharga Rp 22.000 per kilogram, sedangkan minyak kemasan bermerek harganya melonjak menjadi Rp 42.000 hingga Rp 43.000 per liter.

"Kenaikan sudah Rp 3.000 sampai Rp 4.000. Hampir setiap hari ada kenaikan sejak awal Ramadan," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (10/3/2026).

Menurut Dewi, komoditas lainnya yang ikut merangkak naik adalah beras eceran yang menyentuh angka Rp 14.500 per kilogram.

Disusul oleh gula pasir yang kini berada di kisaran Rp 17.500 hingga Rp 18.000 per kilogram. Padahal, harga gula sebelumnya hanya sekitar Rp 16.500 per kilogram.

Di sisi lain, harga telur ayam justru mengalami penurunan menjadi Rp 28.000 hingga Rp 29.000 per kilogram, dari harga sebelumnya Rp 32.000 per kilogram.

"Faktor kenaikan karena sedang banyak peminatnya. Jadi aji mumpung karena banyak yang cari, harga naik," ungkap Dewi.

Harga Beras Meroket

Senada dengan hal tersebut, pedagang sembako lainnya, Iyan (35), mengatakan bahwa harga sembako secara rata-rata memang sedang melambung tinggi.

Ia mencontohkan harga beras eceran yang kini dijual di kisaran Rp 14.000 hingga Rp 15.500 per kilogram. Sedangkan untuk beras kelas premium yang bermerek, harganya jauh lebih tinggi. Beras Pandan Wangi dijual Rp 17.500 per kilogram, dan Raja Lele mencapai Rp 18.000 per kilogram.

"Kemudian minyak curah Rp 21.000 per kilogram dan kemasan Rp 22.000 per liter. Beras dan minyak rata-rata kenaikannya sekitar Rp 1.000," katanya memaparkan kondisi di lapaknya.

Pengaruhi Daya Beli

Menurut Iyan, untuk harga telur ayam di lapaknya masih tergolong stabil di kisaran Rp 30.000 per kilogram. Namun, harga yang kembali mengalami kenaikan adalah kacang tanah, yakni sekitar Rp 34.000 hingga Rp 35.000 per kilogram, padahal harga normalnya hanya Rp 33.000 per kilogram.

"Rata-rata sudah naik sebelum puasa. Cukup berpengaruh ke daya beli masyarakat. Seperti sekarang, pembelian beras untuk zakat masih sepi," jelasnya memungkasi. (fba)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved