Selasa, 14 April 2026

Banyumas

Harga Sembako Banyumas Stabil Meski Selat Hormuz Ditutup Iran

Pemkab Banyumas memastikan harga sembako masih stabil menyusul memanasnya perang AS-Israel dengan Iran dan penutupan Selat Hormuz, Senin (2/3).

Tribun Banyumas/Fajar Bahruddin Achmad
BERI KETERANGAN - Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Banyumas, Gatot Eko Purwadi, saat ditemui di kantornya, Selasa (27/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memicu penutupan Selat Hormuz yang berpotensi melambungkan harga BBM dan sembako global.
  • Pemkab Banyumas memastikan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran lokal saat ini masih terpantau sangat stabil dan aman.
  • Dinkop UKM dan Perdagangan Banyumas akan mengantisipasi gejolak harga jelang Ramadan dengan menggelar operasi pasar murah bersubsidi.

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir pekan lalu, berimbas pada penutupan Selat Hormuz oleh otoritas Iran.

Selat Hormuz merupakan jalur laut yang sangat strategis bagi lalu lintas distribusi minyak dunia.

Dampak ancaman dari penutupan Selat Hormuz ini bagi Indonesia, seperti yang diakui oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, berpotensi besar menyebabkan lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Baca juga: Pemkab Wonosobo Siap Gelar Pasar Murah, Paket Sembako Isi Beras dan Minyak Goreng Ditebus Rp10 Ribu

Lebih luas, efek domino tersebut dikhawatirkan bisa memengaruhi inflasi dan kenaikan harga sembako di tengah masyarakat.

Harga Masih Stabil

Meski ancaman krisis global membayangi, harga kebutuhan bahan pokok atau sembako di Kabupaten Banyumas sendiri terpantau masih cukup stabil.

Belum ada tren kenaikan harga yang secara langsung disebabkan oleh faktor kekhawatiran lonjakan BBM.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), dan Perdagangan Kabupaten Banyumas, Gatot Eko Purwadi, mengatakan bahwa saat ini belum ada gejolak harga sembako akibat krisis minyak tersebut.

Kenaikan harga beberapa komoditas belakangan ini dinilai masih murni karena sisa imbas libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta persiapan menjelang Ramadan. Ia mencontohkan komoditas yang berfluktuasi antara lain cabai, bawang merah, telur ayam ras, dan daging ayam ras.

"Belum ada (imbas penutupan Selat Hormuz, red). Saat ini hanya imbas Nataru, beberapa komoditas masih fluktuatif, naik, turun sedikit, naik lagi," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (2/3/2026).

Pantau Barang Impor

Gatot mengatakan, pihaknya juga memantau ketat pergerakan harga komoditas yang merupakan barang impor, seperti kedelai, bawang putih, tepung gandum, dan olahan daging sapi beku.

Sejauh ini, semua stok komoditas tersebut terpantau stabil dan belum menunjukkan adanya lonjakan harga yang signifikan akibat dampak penutupan Selat Hormuz.

Tetapi, ia tetap melakukan langkah antisipasi dengan rutin melakukan pengecekan lapangan untuk memantau ketersediaan pasokan serta memastikan rantai distribusi berjalan lancar.

"Kita lihat dua minggu ke depan sebelum Lebaran. Kan nanti ada rapat koordinasi, sebelum rakor kami akan mengecek langsung ke lapangan," jelasnya.

Siapkan Pasar Murah

Gatot menambahkan, beberapa tindakan taktis juga akan langsung dieksekusi oleh pemerintah daerah jika ketersediaan bahan pokok atau sembako mulai masuk status rawan.

Pemkab Banyumas akan melakukan intervensi pasar melalui pemberian subsidi harga secara langsung. Hal ini sekaligus menjadi langkah antisipasi menekan lonjakan harga bahan pokok dan sembako menjelang Hari Raya Idulfitri kelak.

"Kami akan beri subsidi dengan pasar murah. Tetap ada di bulan Ramadan untuk membantu meringankan masyarakat menghadapi kenaikan harga komoditas pangan," ungkapnya memungkasi. (fba)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved