Banyumas
Mati Suri di Sarimulyo, PKL Kebondalem Tagih Janji Bupati Banyumas
Nasib eks PKL Kebondalem di Pasar Sarimulyo memprihatinkan, dari 137 kini sisa 27 pedagang. Mereka menagih janji bupati untuk kembali ke lapak lama.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Dinkop UKM Banyumas mengoptimalisasi Pasar Sarimulyo untuk menampung eks PKL Kebondalem seiring rencana masuknya investor ke kawasan tersebut.
- Ketua Paguyuban Pedagang, Mustangin, mengungkapkan kondisi pedagang saat ini "mati suri". Dari 137 UMKM yang direlokasi, kini hanya tersisa 27 pedagang yang masih bertahan hidup.
- Para pedagang menagih janji Bupati Banyumas (era Achmad Husein tahun 2017) yang menyatakan relokasi ke Sarimulyo hanya sementara hingga sengketa lahan dengan PT GCG selesai.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO – Rencana revitalisasi kawasan bisnis Kebondalem, Purwokerto, kembali memantik harapan sekaligus keresahan para pedagang kaki lima (PKL).
Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Dinkop UKM) Kabupaten Banyumas berencana melakukan optimalisasi Pasar Sarimulyo sebagai tempat penampungan.
Langkah ini diambil untuk merespons keinginan eks PKL yang ingin kembali berdagang di "lahan basah" Kebondalem.
Baca juga: Ketua DPRD Agus Priyanggodo Tanggapi Rencana Revitalisasi Kebondalem Purwokerto
Kepala Dinkop UKM Banyumas, Gatot Eko Purwadi mengakui kondisi Pasar Sarimulyo saat ini memang lesu.
"Intinya sebenarnya Pasar Sarimulyo pasarnya saat ini memang sepi. Kita nanti optimalisasi untuk menampung teman-teman PKL," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (27/1/2026).
Gatot memastikan, meski proses pemanfaatan lahan oleh investor sedang berjalan, pesan Bupati Banyumas sangat jelas: revitalisasi tidak boleh mengorbankan pelaku usaha kecil.
"Pada saat itu sudah jadi kawasan bisnis, otomatis geliat ekonominya lebih tinggi. Pasar Sarimulyo tentu menerima manfaat," tambahnya.
Kondisi Mati Suri
Di sisi lain, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kebondalem, Mustangin menggambarkan nasib rekan-rekannya sangat memprihatinkan pasca-relokasi.
Kondisi usaha mereka di Pasar Sarimulyo ibarat "mati suri" jika dibandingkan saat masih menempati Kompleks Kebondalem.
Data berbicara, jumlah pedagang menyusut drastis karena bangkrut.
"Dari teman-teman saya yang berjumlah 137 UMKM, sekarang yang berjalan sekira 27 orang. Itu juga sudah kesusahan," ungkap Mustangin pilu.
Tagih Janji 2017
Mustangin pun mengungkit janji lama pemerintah daerah.
Ia menceritakan, saat relokasi tahun 2017 di era Bupati Achmad Husein, mereka dipindah ke Pasar Sarimulyo dengan alasan penyelesaian sengketa lahan antara Pemkab dan PT GCG.
Kala itu, pedagang dijanjikan hanya pindah sementara.
"Kita pindah ke pasar itu sudah dijanjikan akan kembali ke tempat semula seandainya sudah diperbaiki.
Namun selama ini belum diperbaiki bertahun-tahun," keluhnya.
Kini, dengan adanya rencana menghidupkan kembali gedung mangkrak eks Metro Jaya, Mustangin berharap Pemkab menepati janji untuk mengembalikan kejayaan UMKM di pusat kota tersebut. (fba)
| Bangun Sekolah Pinggiran, Banyumas Pelopor Daftar SD Online se-Jateng |
|
|---|
| Hindari Bawa Barang Berlebih, 56 Ribu Penumpang Padati Daop 5 Saat May Day |
|
|---|
| Tetap Menari Saat ke Toilet, Baltazar Ikut Banyumas Ngibing 24 Jam |
|
|---|
| Makan Sambil Menari, Cici Asal Sumenep Ikut Banyumas Ngibing 24 Jam |
|
|---|
| Kalahkan Beli Telur, Belanja Rokok Warga Banyumas Sentuh Peringkat Tiga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260127-Pasar-Sarimulyo.jpg)