Purbalingga
Dikejar Deadline Akhir Tahun, Pemkab Purbalingga Sentil Kontraktor Lelet
Progres jalan mulus di Purbalingga capai 80 persen. Sisa 7 paket proyek dikebut habis-habisan sebelum ganti tahun, kontraktor lambat.
Penulis: Farah Anis Rahmawati | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Progres program jalan "Alus Dalane" di Purbalingga tahun 2025 sudah mencapai 80 persen dari total 37 paket.
- DPUPR Purbalingga mengejar penyelesaian 7-8 paket sisa, termasuk ruas Kalikajar-Sidanegara dan Bancar-Pegembrungan.
- Kendala teknis seperti kerusakan armada sempat menghambat ruas Pengadegan-Bedagas, namun segera diatasi.
- Ruas Jalan Linggamas baru tertangani sebagian kecil dan sisanya akan dilanjutkan tahun depan menggunakan anggaran IJD.
- Kontraktor diberi peringatan tegas.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Suara gemuruh mesin compactor atau penggilas aspal masih terdengar nyaring di beberapa sudut Kabupaten Purbalingga. Di penghujung tahun 2025 ini, Pemerintah Kabupaten Purbalingga seolah sedang balapan dengan waktu. Misi utamanya satu: menuntaskan janji "Alus Dalane" sebelum kalender berganti ke Januari.
Hingga pertengahan Desember ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Purbalingga mencatat progres pekerjaan telah menyentuh angka 80 persen. Dari total 37 paket pekerjaan yang direncanakan, mayoritas sudah bisa dinikmati warga. Namun, pekerjaan rumah belum usai. Masih ada sekitar 7 hingga 8 paket ruas jalan yang harus dikebut pengerjaannya dalam hitungan hari.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPUPR Purbalingga, Drajat Uji Wahyono, tak menampik adanya ketegangan mengejar target ini. Beberapa ruas krusial seperti Kalikajar-Sidanegara, Bancar-Pegembrungan, hingga Bobotsari-Karanganyar kini masuk dalam daftar prioritas mendesak.
Baca juga: Progres Program Alus Dalane Purbalingga Dinilai Lambat, Dewan Pertanyakan Kesiapan Rekanan
Taktik "sambung-menyambung" pun diterapkan agar efisien. "Kalau depan sudah dikerjakan dan lancar, nanti langsung nyambung ke belakang. Sehingga bisa langsung berlanjut," kata Drajat saat ditemui di kantornya, Senin (15/12/2025).
Kendala di Lapangan
Di lapangan, perjuangan memuluskan jalan tak selalu mulus. Di ruas Pengadegan-Bedagas misalnya, para pekerja sempat dibuat pusing lantaran armada pengangkut material mendadak mogok. Akibatnya, masih tersisa "utang" pekerjaan sepanjang 400 meter. Namun, Drajat optimis hambatan teknis ini bisa dibereskan dalam dua hingga tiga hari ke depan.
Kabar baik datang dari ruas Jalan Kopral Tanwir dan Pujiwiyoto. Di sana, aspal panas sudah terhampar rapi dan siap dilintasi roda kendaraan.
"Insyaallah, sore ini sudah bisa dibuka. Kalau belum selesai semua pun, separuh dulu sudah bisa dibuka untuk dilalui," ujarnya penuh harap.
Sementara untuk wajah kota, pengaspalan nyaris rampung total. Hanya tersisa satu "puzzle" terakhir, yakni ruas dari dekat kantor DPUPR hingga Bancar Tugu Kodim. Ruas ini memang mendapat giliran paling buncit.
"Tinggal dari jalan yang dekat DPUPR sampai Bancar Tugu Kodim, karena ini kontraknya yang paling akhir, mungkin bisa dikerjakan di atas tanggal 25 karena masih menunggu giliran. Tapi, semoga tidak sampai di tanggal tersebut," jelas Drajat.
Nasib Jalan Linggamas
Lalu bagaimana dengan Jalan Linggamas yang menjadi akses vital? Tahun ini, warga harus sedikit bersabar. Dari total panjang 8 kilometer, baru sekitar 1,5 kilometer yang tersentuh aspal hotmix dan 400 meter beton. Sisanya terpaksa ditunda tahun depan karena keterbatasan waktu.
"Baru 1,5 km ditambah 400 meter, sisanya dilanjutkan tahun depan, kita usulkan pakai inpres jalan daerah (IJD). Seharusnya memang bisa selesai tahun ini, tapi karena waktunya tidak cukup , jadinya tahun depan," akunya.
Sentil Kontraktor Nakal
Mengingat waktu yang kian mepet, DPUPR tidak mau main-main. Surat peringatan telah dilayangkan kepada kontraktor yang kerjanya dinilai lamban, termasuk di ruas Pujiwiyoto. Pesan dari dinas sangat tegas: selesaikan sekarang atau tidak sama sekali. Aturan mainnya ketat, proyek tahun 2025 haram hukumnya dikerjakan loncat tahun ke Januari.
"Pengerjaan tahun ini harus selesai, karena kalau tidak selesai tidak boleh dilanjutkan di Januari. Makanya kita juga kebanyakan milih yang hotmix, agar pekerjaannya lebih cepat," tegas Drajat.
Kini, bola ada di tangan para kontraktor. Mereka telah menyanggupi untuk merampungkan "PR" tersebut paling lambat tanggal 27 atau 28 Desember.
"Kami berharap, sebelum Desember ini semua sudah selesai. Kemarin kita juga sudah mengirim surat peringatan kepada mereka agar bisa cepat diselesaikan. Respon dari mereka di 27 dan 28 Desember sudah selesai, mudah-mudahan benar-benar bisa cepat selesai semuanya," tutupnya.
| Nenek Teriak Minta Tolong, Balita di Purbalingga Meninggal Tersedak Jelly |
|
|---|
| Longsor Bukit Tewaskan Ibu di Sangkanayu Purbalingga, Hancurkan 3 Dapur |
|
|---|
| Nazar Sembuh Cedera, Tukang Siomay Mudik Jalan Kaki Cilacap-Pemalang |
|
|---|
| Kunker ke Purbalingga, Menkes Puji Program Digitalisasi SPHERES |
|
|---|
| Cuaca Ekstrem Purbalingga, Pohon Tumbang Sempat Tutup Jalan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20251215-Proyek-Jalan-Purbalingga.jpg)