Rabu, 27 Mei 2026

Banyumas

Radio Jateng Menolak Punah, 89 Persen Warga Masih Setia Dengar

PRSSNI Jateng merilis survei terbaru yang mematahkan mitos matinya radio. Sebanyak 89,6 persen warga masih setia mendengar, namun dengan cara baru.

Tayang:
Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati
NASIB RADIO JATENG, Wakil Ketua Bidang Organisasi PD PRSSNI Jawa Tengah, Damang Setiyono, memaparkan hasil survei pendengar radio, Selasa (2/12/2025). Berdasarkan data terbaru, radio di Jawa Tengah tetap eksis dengan mayoritas pendengar berasal dari kalangan anak muda yang mengakses siaran melalui ponsel pintar. ( 
Ringkasan Berita:
  • Survei PRSSNI Jateng mencatat 89,6 persen warga di 34 kabupaten/kota masih aktif mendengarkan radio. 
  • Pola konsumsi media bergeser ke platform digital, dengan 71,7 persen pendengar mengakses radio via smartphone.
  • Pendengar radio didominasi kelompok usia produktif 21-35 tahun yang menyukai konten musik dan berita.
  • Tingkat keterikatan tinggi terlihat dari 69,2 persen responden yang bersedia mengikuti kegiatan off-air radio.
  • PRSSNI Jateng mendorong radio bertransformasi menjadi media multiplatform.

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Di tengah gempuran layanan streaming musik dan tsunami informasi digital, nasib radio seringkali dipertanyakan.

Namun, fakta di lapangan justru berbicara lain.

Radio di Jawa Tengah menolak mati, bahkan menunjukkan taringnya dengan cara yang lebih adaptif.

Baca juga: Jejak Karir Kacab Bank BUMN yang Tewas Diculik di Jakarta, Alumni Unsoed dan Mantan Penyiar Radio

Sebuah survei terbaru yang dirilis oleh Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) Jawa Tengah bersama PT Bahana Indah Gemilang mengungkap data yang mengejutkan.

Dari 1.183 responden yang tersebar di 34 kabupaten/kota, sebanyak 89,6 persen menyatakan masih aktif mendengarkan radio.

Angka ini menjadi bukti kuat bahwa radio masih memegang tempat istimewa di hati masyarakat sebagai media hiburan dan sumber informasi yang memiliki kedekatan emosional, meski zaman telah berubah.

Radio Lewat Ponsel

Meski pendengarnya masih membludak, cara mereka menikmati siaran tak lagi sama seperti dulu. Kita tidak lagi berbicara tentang radio kotak bertenaga baterai di atas meja. Survei periode 19-31 Oktober 2025 ini memotret pergeseran perilaku yang signifikan menuju era hybrid.

Masyarakat kini "membawa" radio ke dalam genggaman mereka. Tercatat, dominasi penggunaan smartphone untuk mendengarkan radio mencapai angka 71,7 persen. Sementara itu, akses melalui streaming menyentuh 28,9 persen, dan keterhubungan pendengar melalui media sosial radio mencapai 69 persen.

Fenomena ini menunjukkan bahwa radio telah berhasil bertransformasi, menyusup masuk ke ruang-ruang digital yang paling akrab dengan keseharian masyarakat modern.

Anak Muda Dominan

Stereotip bahwa radio hanya didengar oleh kaum tua pun terpatahkan. Profil pendengar radio di Jawa Tengah justru didominasi oleh kelompok usia produktif, yakni rentang usia 21 hingga 35 tahun. Mereka adalah segmen pasar paling seksi bagi industri kreatif dan periklanan.

Lantas, apa yang mereka cari? Musik masih menjadi raja konten dengan peminat sebesar 34,66 persen, disusul berita sebesar 17,11 persen, dan talkshow 10,50 persen. Puncak waktu dengar pun tersebar merata, dengan "jam primetime" pagi hari pukul 06.00 hingga 09.00 WIB menjadi favorit.

Tak hanya setia di udara, pendengar radio Jateng juga antusias untuk bertemu darat. Potensi aktivasi publik terbilang tinggi, di mana 69,2 persen responden mengaku bersedia mengikuti kegiatan off-air seperti acara komunitas atau gathering.

Peluang Bukan Ancaman

Menanggapi fenomena ini, Wakil Ketua Bidang Organisasi PD PRSSNI Jawa Tengah, Damang Setiyono, mengajak seluruh insan radio untuk mengubah pola pikir. Digitalisasi bukanlah pembunuh, melainkan kendaraan baru untuk melaju lebih kencang.

"Perubahan perilaku pendengar menuju digital bukanlah ancaman, melainkan peluang. Radio harus memperkuat posisi sebagai media multiplatform yang tidak hanya hadir di udara, tetapi juga kuat di digital, streaming, dan media sosial," tegasnya.

Dengan bekal data ini, PRSSNI Jawa Tengah berkomitmen memperkuat sinergi dan inovasi konten. Radio Jawa Tengah kini bersiap memasuki babak baru: menjadi media audio-visual-digital yang relevan, kompetitif, dan tetap dicintai pendengarnya. (jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved